Thursday, June 07, 2007
Hidangan Kegemaran Asli Betawi
Jakarta dan kesibukan orang-orang di dalamnya, Jakarta dan kepadatan di jalan raya, Jakarta dan debu-debu dari asap kendaraan, Jakarta dan segala kemajuan pembangunannya, tak urung membuat banyak orang berdatangan ke kota ini. Apa saja yang mereka cari? Selain keberuntungan dan segala macam peluang usaha, ada hal-hal lain yang membuat orang tak pernah menjauh dari Jakarta.
Salah satunya, hidangan-hidangan khas dari tanah Betawi ini. Tidak sedikit orang yang kerap mencari berbagai tempat di Jakarta untuk sekedar mencicipi dan menikmati seporsi nasi uduk, soto betawi, atau sop buntut. Karena banyaknya penggemar menu-menu asli betawi ini, maka tak heran jika menu-menu ini juga bisa ditemukan di tempat-tempat makan luar daerah Jakarta.
Sop Buntut Legendaris
Dari kebanyakan pengunjung Bogor Café di Hotel Borobudur Jakarta, selalu memesan menu Sop Buntut Legendaris. Sedapnya rasa Sop Buntut Legendaris telah menyebar ke segala penjuru lewat kabar berita dari mulut ke mulut. Pada awalnya, resep menu ini dibuat dengan konsep sajian yang asli Betawi. “Waktu itu, tahun 1979 saya ikut mendorong gerobak sop buntut ini di dalam restoran Hotel Borobudur Jakarta.
Menu ini sudah ada sejak tahun 1978. Kami menjualnya benar-benar seperti penjual sop buntut Jakarta yang selalu pakai gerobak dorong itu,” ujar Sugito, executive sous chef Hotel Borobudur Jakarta sambil mengenang sejarah Sop Buntut Legendaris di tempatnya bekerja selama ini. Bahkan pada saat Hotel Borobudur Jakarta di renovasi tahun 1995 s/d 1997, restorannya tetap dibuka untuk memenuhi keinginan konsumen.
Sugito menjelaskan, “Sejak hotel ini di renovasi pada awal tahun 1995, dan tidak beroperasi selama kurang lebih 2 tahun. Sebetulnya pada masa renovasi itu, restorannya tetap melayani pembeli, terutama untuk melayani tamu-tamu garden wing. Itu tamu-tamu dari apartemen yang ada di sekitar sini. Karena ruangannya belum terlalu luas, kami hanya bisa melayani 20 s/d 30 orang. Penggemar sop buntut kami tetap ada. Dan ketika selesai masa renovasi, orang-orang selalu menanyakan keberadaan menu ini.”
Pada masa-masa renovasi hotel, ada beberapa tempat makan yang berusaha meniru resep sop buntut ini. Bahkan Sugito melihat bahwa di lokasi Jakarta Pusat juga ada yang menjual menu dengan nama Sop Buntut Borobudur. Akhirnya pihak Hotel Borobudur Jakarta pun sepakat untuk menamakan menu ini menjadi Sop Buntut Legendaris. “Banyak yang menyukai menu ini. Bahkan ada yang sengaja datang ke Jakarta hanya untuk makan sop buntut di sini,” ungkap Sugito. Bayangkan saja, setiap harinya Bogor Café membutuhkan sekitar 200 kg buntut sapi segar untuk memenuhi keinginan penggemar menu ini.
Apa yang menjadikan menu ini begitu istimewa bagi para penggemarnya? Sugito berbagi rahasia resepnya kepada TC. Ia memaparkan bahwa trik-triknya ada pada awal proses perebusan buntut sapi. “Buntut sapi yang jadi bahan dasarnya, dikuliti dan dipotong-potong. Lalu dimasukkan ke dalam air mendidih. Setelah kita memasaknya dengan air mendidih sebanyak tiga kali pengulangan, buntutnya sudah lunak dan agak matang. Gantikan airnya dengan mendidih yang baru. Dengan api kecil, buntut sapi direbus pelan, sambil memasukkan bumbu-bumbunya. Jahe, merica, garam, cengkeh, dan bubuk pala. Tambahkan daun bawang dan wortel. Tujuannya untuk menambah aroma,” jelasnya.
Menu Sop Buntut Legendaris disajikan hangat dengan taburan bawang goreng, daun bawang, daun seledri, dan beberapa iris tomat di dalamnya. Lebih nikmat ditemani dengan pelengkapnya. Setangkup nasi, sedikit sambal, acar ketimun, dan bubuhi juga perasan air jeruk nipis ke dalam Sop Buntut Legendaris, sesuai selera.
Soto Betawi dan Pletok Betawi
H. Rano Karno, pemiliknya yang seniman berdarah betawi ini adalah juga pemeran film Si Doel Anak Betawi pada era tahun 1979-an. Si Doel Anak Betawi, memang jadi acuan simbol bagi konsep di Waroeng Si Doel. Waroeng Si Doel yang berlokasi di kawasan Kafe Tenda Semanggi, Jakarta Pusat memberikan suasana yang serba Betawi. Mulai dari warna pada ruang-ruang makannya yang tiga lantai ini, didominasi oleh warna kuning terang dan hijau daun. Ubin ruangan pun dipilihkan dari jenis ubin yang klasik.
“Setiap pengunjung yang sudah lanjut usia menginjakkan kakinya di ubin Waroeng Si Doel, pasti langsung menyatakan bahwa mereka seperti sedang berada di dalam rumahnya pada zaman dulu,” ucap Arman, supervisor Waroeng Si Doel. Desain menu yang ada di sini sebenarnya berusaha memenuhi selera semua pengunjung. Ada menu asli Betawi, ada menu American style, Japanese style, dan Chinese style.
Dari semua deret menu, ada menu utama yang dipertahankan untuk tetap ada dan disajikan pada para tamu. Selain Sop Buntut dan Nasi Uduk, ada Soto Betawi dan Pletok Betawi yang menjadi menu utama di sana. “Karena ini konsepnya Betawi, jadi menu-menu utamanya juga dipilihkan dari menu asli Betawi,” ucap Sarno, chef di Waroeng Si Doel. Soto Betawi, menu yang banyak dijual di berbagai tempat makan di Jakarta dan di luar Jakarta.
Tapi Soto Betawi yang ada di Waroeng si Doel, punya aroma yang khas. “Secara prinsip, semuanya memang hampir sama. Cuma beberapa cara pembuatannya saja yang agak berbeda. Tentang darimana aroma khasnya, menurut saya, itu karena ketika semua bumbu yang dihaluskan di sauted hingga matang dan mengeluarkan aroma yang wangi,” ungkapnya.
Menurut penuturannya, resep Soto Betawi di sana menjadi unggul karena tambahan bumbu jinten dan beberapa helai daun jeruk didalamnya. Daging, paru-paru, dan babat sapi, sebelumnya telah cukup matang direbus di tempat terpisah. Kemudian setelah ditiriskan dari air rebusan pertama, potongan daging, babat dan paru-paru sapi ini dimasukkan ke dalam air santan kelapa yang telah dibubuhi bumbu. Jika telah mendidih dan matang, menu ini disajikan dengan beberapa pelengkap. “Konsumennya bisa punya pilihan, ingin dihidangkan dengan nasi atau dengan lontong,” ujar Sarno. Soto Betawi Waroeng si Doel juga disediakan sesuai keinginan para tamu. “Pilih saja isi sotonya. Jika tak suka dagingnya, bisa pesan isi soto pakai babat dan paru saja. Atau sebaliknya jika tidak ingin paru dan babat, kami juga bisa sediakan menu ini dengan isi daging sapinya saja,” tegas Arman.
Tak banyak berbeda dengan Sop Buntut Legendaris, menu Soto Betawi ini juga dihidangkan hangat di atas meja makan para tamunya, lengkap dengan taburan bawang goreng, daun seledri, daun bawang, dan emping. Di plat kecil terpisah, disediakan pula sambal soto dan acar ketimun.
Dari menu utama, kita beralih ke menu minuman khas Betawi dari Waroeng Si Doel. Namanya, Pletok Betawi. Sebutan ‘pletok’ diambil dari bunyi yang timbul ketika minuman ini diracik. Resepnya pun diperoleh dari hasil riset tim Waroeng Si Doel. Mereka harus menyisir ke daerah-daerah yang berpenghuni orang-orang Betawi asli, untuk menemukan resep asli minuman khas Jakarta. Risetnya dimulai pada akhir tahun 1995.
“Tidak terlalu lama, cuma butuh waktu tiga bulan saja, akhirnya kami temukan resep asli minuman Pletok Betawi ini di daerah Kampung Melayu,” tutur Dedy Karniadi, peracik minuman di Waroeng Si Doel. Konon, minuman ini adalah minuman kegemaran orang-orang Betawi. Namun sekarang sudah sangat jarang yang menjualnya. Untuk di Jakarta saja, kemungkinan besar hanya di Waroeng Si Doel yang menyediakannya. Karena nara sumber mereka untuk resep asli Pletok Betawi, telah lama meninggal dunia.
“Dulunya, beliau juga menjual minuman ini di Kampung Melayu. Disebutnya penjual ‘Aer Aus’. Salah satunya ada Pletok Betawi. Pertama kali saya minum di sana, Pletok Betawi diminum dingin dengan es batu. Waktu diracik, dikocok bersama es batu itu hingga berbunyi ‘pletok..pletok’. Namanya juga Pletok Betawi,”ungkapnya. Para tamu yang datang, banyak memuji minuman ini. Selain tak ada tempat lain yang menjualnya, rasanya pun belum punya bandingan.
Minuman dengan cita rasa rempah-rempah ini sudah punya tempat di hati penggemarnya. Pletok Betawi, berwarna merah dalam cangkir. Di permukaan airnya diberi taburan kacang tanah panggang. Aromanya harum rempah-rempah, rasanya manis dan hangat. Dedy memaparkan, “Campuran rempah-rempah yang ada didalamnya itu, ada kayu secang, jahe, serai, biji kapu laga, pala, cengkeh, kayu manis, dan cabe jawa.
Menurut mereka, kayu secang ini juga baik untuk mengatasi asam urat dan masuk angin pada tubuh kita.” Minuman asli Betawi ini disajikan dalam dua variasi. Dingin dan hangat. Setiap pemesan bisa meminumnya kapan pun. Nikmatnya tak dibatasi oleh cuaca. Jakarta, kota yang telah ratusan tahun berdenyut dan menghidupi jutaan orang di dalamnya. Ada banyak cara untuk menikmati kota yang berusia 479 tahun ini. Beberapa sajian makanan dan minuman asli Betawi ini, hanya sekelumit tanda yang siap membawa semua orang untuk berkenalan dan menjadi akrab dengan Jakarta.
Tulisan ini telah dimuat (tahun 2006) di sebuah majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta.
Writer: Ayu N. Andini
Monday, April 30, 2007
Petualangan Seru 10 Menit !
Dufan, Sea World, Ice World, Pantai Karnaval, dan Gelanggang Samudera, merupakan tempat-tempat favorit yang banyak dikunjungi di Ancol. Lokasi Gelanggang Samudera berada tak jauh dari areal Sea World. Di dalamnya, ada beberapa wahana yang bisa jadi pilihan menarik untuk dinikmati. Wahana Atraksi Lumba-Lumba dan Singa Laut, Pentas Aneka Satwa, Aquarium Laut, dan yang terbaru adalah Sinema 4 Dimensi. Wahana baru ini terletak di kawasan yang disebut sebagai ?The Pyramids 4D Theatre ? sesuai dengan yang tertera pada bongkahan batu besar di depan bangunan berbentuk piramida berwarna abu-abu gelap.
Wahana Baru di Gelanggang Samudera Ancol
Wahana Sinema 4 Dimensi ini, dibuka untuk pengunjung sejak awal April lalu. Tampak dari depan, ada beberapa bagian yang masih diperbaiki. Terutama di sisi kiri dan kanan depan, serta di tengah taman pada bagian luar lokasi bagunan utamanya, masih terlihat beberapa pohon palem yang menguning kering. Tumbuhan ini tampaknya masih beradaptasi dengan tanah di areal taman di lokasi yang sama. Tapi semuanya tak jadi penghalang. Wahana baru ini tetap dapat beroperasi tanpa terganggu. Karena rasa penasaran para pengunjungnya pun tak dapat diredam walaupun lokasi taman di depan bangunan masih terlihat kering dan menguning.
Bentuk bangunan utama The Pyramids 4D Theatre ini dibuat mirip dengan istana Kerajaan suku Aztec yang pernah hidup di benua Amerika pada abad ke- 500SM. Menempati luas area 2200 m², dengan piramid setinggi lebih dari 20 meter, bangunan istana ini tampak unik dan menonjol.
Tentang tema kawasannya, Gelanggang Samudera Ancol menggunakan konsep yang dinamakan The Lost World. Thomas Riandy Jo, Manager Gelanggang Samudera Ancol menjelaskan, “Di Gelanggang Samudera Ancol ini ada juga kawasan 1001 malam. Itu tempat atraksi lumba-lumba. Bangunannya mengambil model dari Timur Tengah dan banyak kubah-kubahnya. Untuk selanjutnya, kami akan mengangkat tema-tema kawasan dari kerajaan-kerajaan kuno yang telah lama hilang, tapi masih tetap melegenda. Seperti contohnya, kami ambil model bangunan istana suku Aztec untuk kawasan Sinema 4 Dimensi ini.”
Dengan lima jadwal pertunjukan setiap harinya, antrean penonton cukup panjang. Terutama pada hari libur dan weekend, wahana ini padat pengunjung. Ada salah satu pengunjung yang ditemui Travel Club di antrian pintu masuk ruang Sinema 4 Dimensi. Ibu Patria dengan tiga anaknya yang berusia 3, 10, dan 13 tahun, memilih datang untuk menonton di wahana baru ini. “Penasaran, ingin lihat seperti apa sih, Sinema 4 Dimensi ini. Sekaligus ajak anak-anak saya liburan juga,” ucapnya.
Dari pintu masuk pertama, pengunjung akan melintasi jalan berliku yang turun naik. Interiornya dibuat berkesan lampau. Lampu-lampu temaram dan jaring laba-laba besar, menyambut di sudut dinding. Dinding-dindingnya terlukis aneka gambar dengan warna-warni menarik. Sampai pada sebuah ruangan luas, terdapat tiga pintu gerbang utama untuk masuk ke ruang 4D Theatre. Para penonton juga diberikan kacamata khusus untuk 4 Dimensi.
Masuk ke ruangan Theatre 4 Dimensi, semua bebas menentukan tempat duduknya. Ada 304 seat untuk menampung pengunjung yang datang menonton. Diantaranya juga tersedia tempat khusus yang disiapkan untuk para penyandang tuna daksa. Bagi para penonton yang menggunakan kursi roda, tak ada hambatan untuk bisa nonton di wahana baru ini.
Terbesar di Asia Tenggara?
Ruangan gelap temaram dan dingin ber-AC ini, memiliki layar sinema sebesar 24 m x 14 m. “Ini adalah theatre sinema terbesar se-Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, sudah jelas belum ada yang menyaingi,” ungkap Thomas Riandy tentang keunggulan Sinema 4 Dimensi di Gelanggang Samudera Ancol.
Tua muda, anak-anak, remaja, dan orang dewasa, dapat duduk nyaman dan menikmati kejutan-kejutan petualangan di wahana ini. Kualitas gambar film animasi dari Belgia ini pun didukung dengan fasilitas layar sinema dan alat pengontrolnya yang diimpor dari Austria, sound system dari Jerman, dan proyektor yang didatangkan dari Amerika.
Kerja Sama dengan Organisasi Pecinta Lingkungan Hidup
Film animasi yang diputar di Theater 4 Dimensi ini, banyak bercerita tentang kehidupan riil dari satwa-satwa liar di habitatnya. Ada sebuah realitas yang hendak diangkat ke permukaan.
Mengenai muatan edukasi dalam petualangan kali ini, Thomas Riandy berpendapat, “Kalau kita lihat di dalam film, pertama-tama akan tampak kedamaian kehidupan hewan-hewan itu dengan komunitas dan habitatnya. Mereka hidup begitu harmonis. Namun dengan adanya campur tangan manusia, kehidupan mereka jadi terganggu. Ini diperlihatkan kepada penonton agar lingkungan alam sekitar tetap terjaga keindahan dan keharmonisannya.”
Pada bagian penutup, tampak seekor Panda besar mengangkat belahan kayu dari pohon yang tumbang karena ditebang. Keterkaitannya secara simbolik menyatakan keterlibatan sebuah organisasi pecinta lingkungan hidup dalam konsep isi film animasi ini. Dikonfirmasi tentang dugaan kerja sama pengelola Gelanggang Samudera Ancol dengan WWF (World Wild Fund), Thomas menyatakan, “Kalau untuk masalah pelestarian lingkungan hidup, kan Panda juga jadi simbol. Kami memang kerja sama dengan pihak WWF. Kalau tidak salah, judulnya adalah Panda Vision.”
Petualangan Seru di Sinema 4 Dimensi
Dalam film ini ada tiga bagian besar cerita dengan tiga latar tempat yang berbeda. Mengantarkan penonton pada tiga rasa petualangan yang juga berbeda. Di Kutub Utara, di dalam samudera, dan di tengah hutan lebat. Ada banyak kejutan yang ditemui di sana. Selain getaran gerakan pada kursi, ada pula hembusan angin dan cipratan air yang akan mampir di permukaan wajah penonton, kala pertunjukan film berlangsung.
Dalam beberapa bagian cerita, penonton tampak berusaha meraih untuk menyentuh ikan-ikan dan kuda laut mungil yang melintas dekat wajah dan di atas kepala. Belum lagi, sensasi rasa ketika beruang kutub itu bangkis di hadapan wajah penonton. Selain itu, petualangan tokohnya juga membawa penonton meluncur jatuh dari gua es di Kutub Utara ke dalam samudera biru, lalu melayang berdebum menyentuh tanah ketika pohon tumbang ditebang. Tak sedikit pula yang terkejut ketika merasa dilempari buah oleh para kera lucu yang loncat kesana kemari.
Pertunjukan film jadi terasa sangat singkat. Terdengar dari ucapan salah satu penontonnya, “Wah, seru. Tapi kok cuma sebentar ya?”
Film animasi 4 dimensi berdurasi 10 menit ini bisa jadi salah satu pilihan untuk rekreasi keluarga. Menarik, menantang, dan berkesan.
(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)
Writer: Ayu N. Andini
Festival Makanan Kuba, Jamuan dari Negeri Fidel Castro
Kuba, tempat yang terkenal dengan banyak simbol. Cerutu, Fidel Castro, gula, dan musik salsa. Dari semua itu, menu-menu makanan dan minuman pun disikapi sebagai hasil alam dan budaya Kuba. Benar-benar Kuba. Cuba Si !
Sambutan dari Cocktail Reception
Menu menarik yang disajikan Kuba malam itu, diawali di meja pertama pada ujung ruangan lobby hotel. Cuban Food Festival menyambut para tamu yang hadir dengan beberapa pilihan cocktail. Mohito, red wine Cuba, dan Si minuman tiga warna : Si Por Cuba.
Mohito dingin dengan wangi daun mint segar, aroma rum Havana, lemon juice, dan rasa manis gula Kuba. Si Por Cuba, minuman yang tampil sewarna dengan bendera negara Kuba. Lapis paling bawah dari evaporated cream dan cocoa white, lapisan kedua dari granadine syrup merah, dan lapisan teratas dari blue curacao. Mencicipi minuman penghangat tubuh khas Kuba ini, seperti menuju gerbang negaranya yang bergolak. Jamuan hangat ini menjadi rangkaian yang sekarakter dengan hentakan musik dan tarian salsa yang mengantar acara pembukaan Cuban Food Festival akhir tahun 2005 lalu di Gran Melia Jakarta.
Iklim dan Adab Bersantap di Kuba
Iklim tropis yang hangat, menghidupi Kuba selama ribuan tahun dan membuat beberapa hasil alam di sana punya kemiripan dengan Indonesia. Selain sebagai salah satu negara penghasil gula terbaik di dunia, tanah Kuba pun cocok untuk kopi, tembakau, jambu biji, pisang tanduk, nanas, mangga, dan padi.
Kuba yang berada pada garis oposisi dari negara-negara kapitalis seperti Amerika dan Inggris, memutuskan untuk membuat sistem pertanian organik. Keberhasilan sistem ini mengakibatkan Kuba tidak perlu lagi memasok pupuk dari luar negeri dan mampu memenuhi sendiri
kebutuhan pupuk di negaranya. Konsumsi pangan di Kuba menjadi khas dan sehat. Hal ini turut melatarbelakangi budaya/tradisi makan yang ada di sana. Sebagai negara agraris, bangsa Kuba juga memilih nasi sebagai menu makanan utamanya. Mirip dengan Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya.
Moros y Cristianos, nama menu nasi dari Kuba. Bedanya, nasi dari beras Basmati ini berwarna lebih gelap. Warna kehitamannya ini datang dari air rendaman kacang hitam (Cuba black bean) yang digunakan untuk menanaknya. Rasanya memang lebih gurih.
Doblones Don Pedro adalah menu utama lainnya yang dihidang dengan beberapa potong jagung manis beraroma cream susu. Menu dari irisan persegi dari beef tenderloin beraroma minyak zaitun dan bawang putih ini disajikan dengan jus daging kental dengan wangi daun oregano.
Menu utama dari seafood khas Kuba dikenal dengan Pescado Gratinado Conqueso dari ikan kakap putih panggang yang dihidang dengan keju, dan condiment dari cacahan daging buah alpukat dengan aroma lemon. Tartaletas de Marsicos yang ada di pinggan terdepan dari jajaran hidangan pada central table malam itu, adalah hidangan appetizer dari irisan daging cumi matang dengan tambahan bumbu bawang putih, tomat, olive oil (minyak zaitun), daun coreander.
Hidangan-hidangan ringan dari dessert ala Kuba, datang dari parade buah-buah tropisnya. Salah satu olahan pisang tanduk di Kuba, diberi nama Platano Maduro. Ini dibuat dari pisang tanduk hijau yang digoreng dengan tambahan sedikit garam. Ada lagi, jambu biji yang dibuat setup manis dengan sejumput cinnamon (kayu manis) dan biasanya dimakan bersama dengan cream cheese. Makanan ini dikenal di Kuba dengan nama Casquito de Guayaba. Kombinasi rasanya, luar biasa. Manisnya yang tajam, seperti berhenti menusuk lidah ketika bertemu dengan rasa asin dari cream cheese. Terakhir, Duden Diplomatico. Salah satu parade buah tropis dengan menghidangkan pudding caramel yang dibuat dari campuran jus nanas dan mangga. Manis dan segar.
Uniknya, ada pada tata cara makan khas Kuba. Dalam satu pingan, selalu ada Moros y Cristianos dengan siraman kuah black bean soup, yang juga ditemani dengan beberapa potong Doblones Don Pedro dan jagung manisnya, juga Pescado Gratinado Conqueso, dan bahkan Platano Maduro. Main course dan dessert disantap dalam satu pinggan. Cita rasanya memang bisa membuat lidah kita tercengang jika tak terbiasa.
Cita rasanya, lahir dari etnis yang hidup di Kuba. Ada banyak etnis yang hidup di sana. Kebudayaan yang timbul pun menjadi multi kultural. Afrika, Spanyol, dan Asia, tinggal bersama.
Chef Yesney Lamas Ramos, Cuban guest chef , Gran Melia Jakarta menjelaskan main taste dari menu-menu Kuba ini dalam satu kalimat lugas, “We have many different colour of skin, we have many type of hair, and then it makes many taste of our food”.
(Tulisan ini telah dimuat di majalah Food and Life style yang berkantor di Jakarta)
Writer: Ayu N. Andini
Photo by www.pridesource.com
Ket. Foto: Cuba Dance
Monday, April 02, 2007
Tentang Seluruh Hidup Chrisye dan Separuh Hidupku..

Sepertinya, semua penghuni kantorku, punya perasaan yang sama. Sedih, agak terpukul juga, begitu tahu bahwa Chrisye sudah meninggal dunia (Jumat, 30 Maret 2007, pukul 04.08 WIB dini hari). Lalu, untuk mengenangnya, kami makan siang di warung CEPOEK, di kawasan Kallibata. Ada tanda tangan Chrisye di dindingnya.
Sepanjang makan siang, kami juga ditemani dengan lantunan lagu-lagu Chrisye di sana. Haaaahhhh... sedih!
Tapi lapar emang tidak mengenal kompromi. Kami tetap aja semangat untuk makan. hihiiiiii...
Berita di milis media, penuh dengan ucapan duka.
Saya, bukan saudara dekat Chrisye...
Saya, bukan pula saudara jauhnya Chrisye...
Saya, juga tidak punya pertalian darah sama sekali dengan Chrisye...
Tapi saya bisa merasakan kedekatan itu sejak pertama kali saya kenal dengan lagu-lagunya. Saya mengenal Chrisye sejak saya duduk di kelas 1 SD.
Pertama kali, saya dengarkan lagu Chrisye, yang judulnya: SABDA ALAM. Seumur saya yang masih cabe rawit dan cuma kenal lagu-lagunya Adi Bing Slamet dan Chicha Koeswoyo, baru kali itu saya mendengarkan lagu dan semua bulu kuduk saya merinding...
Waktu itu, saya nggak ngerti, apa sebabnya. Sejak itu, saya selalu ingin dengarkan lagu ini, setiap sebelum tidur. Hah...! Padahal syairnya aja, saya nggak paham sama sekali...!!! ! Tapi saya nggak peduli. Ada rasa nyaman yang saya rasakan tiap dengar lagu itu.
Lalu, kami pindah ke Kalimantan Timur (ke sebuah kota kecil yang namanya: Tarakan). Saya kelas 3 SD waktu itu. Sesampainya di rumah baru, saya cari kaset Chrisye (yang entah milik siapa itu..) yang sering diputar itu. Tapi tidak kutemukan... !!! sebel!!!
Saya mulai memburu lagu-lagu Chrisye. Caranya? Merengek pada ayahku (almrhm), untuk dibelikan kaset Chrisye. Mulanya, ayahku mengernyitkan dahi. "Ah, kamu kan nggak ngerti lagu-lagunya Chrisye..," begitu katanya.
Tapi aku memang nggak mau ngerti. Tiap ayahku pulang kantor, yang kutanya cuma itu. Walaupun ia membelikanku setumpuk buku cerita Lima Sekawan dan Trio Detektif, aku tetap menanyakan, kaset Chrisye..!!! "Mana kasetnya?" berminggu-minggu aku merengek. Akhirnya, aku punya kaset barunya. Huaaaahhhh.. ..senengnya sampai ke langit..!
Waktu itu aku dibeli-in yang...(judul albumnya aku lupa). Tapi aku masih inget, di dalamnya ada lagu yang judulnya : Leny.
Sejak itu, aku tidak pernah suka lagi sama lagu-lagunya Adi Bing Slamet dan Chicha Koeswoyo yang suaranya cempreng-cempreng gepeng itu. iiiiiihhh... .!Kasetnya kusembunyikan.
Sejak itu juga, ayahku juga jadi pemburu kaset Chrisye. Tiap ada album barunya, dia belikan untukku. Selain itu, yang kutahu, ayahku memang senang mengoleksi kaset dari macam-macam musik.
Yang kuingat, dia sering beli kaset : Francis Goya...(yang kudengar cuma bunyi denting gitar doang. aku tidak terlalu suka.), ada juga kaset-kaset nya Ebiet G. ade, Iwan Fals, BIMBO, IDRIS SARDI (yang ini, lebih aneh lagi. bunyinya aneh...ngak- ngik ngok...akhirnya aku tau, itu bunyi biola...hihihi. ..), ANDY WILLIAMS, BONEY M, ABBA, dan ah...banyak.
Lalu, aku lulus SD, ada lagu Chrisye: ANAK SEKOLAH..haaahhaaa... kuputar tiap hari. Apalagi hari Minggu. Ayahku selalu pasangkan kaset ini dgn volume yang nyariiiing.. . biar aku bisa bangun pagi. hehe...(bakat malesnya udah ada sejak baheulaa...)
Lalu..ada banyak lagu Chrisye yang jadi temanku, tiap baca buku, tiap menyapu halaman, tiap kali menemani adik-adikku, tiap kali aku bangun pagi, dan pada waktu aku jatuh cinta untuk pertama kalinya.... ehem...ehem. ...waktu itu, aku masih SMP. hehehe....
Lagu Chrisye yang jadi temanku waktu itu, Merpati Putih...
Ah....sampai sekarang, dirumahku masih ada CD Chrisye... album terbaiknya.Kemarin, aku pulang ke rumahku. Adik-adikku langsung mengulas berita tentang berita duka Chrisye. Ibuku juga begitu. Bahkan pada saat Ibuku tau Chrisye meningal dunia, dia menangis sedih di depan televisi.
(ini memang menggelikan. Tapi memang benar-benar terjadi...)
"Kita kan dekat sekali dengan Chrisye. Apalagi, waktu kita di Kalimantan, ya..," begitu ucapnya.
Chrisye....memang teman terbaik yang pernah dekat dengan separuh hidupku...
Chrisye, kami semua berdoa untukmu. Untuk semua perjalananmu. ..
Writer : Ayu N. Andini
Wednesday, March 14, 2007
Kamasutra
Monday, March 12, 2007
Wednesday, March 07, 2007
Selamat Datang

Selamat datang di dunia yang kejam ini, sayangku....
Ibu dan ayahmu siap melindungimu,
tapi kau tak dapat menggantungkan hidupmu
Kau harus kuat,
berjuang, bertahan, dan bersenang senang
mari sini, aku bisikkan telinga mungilmu dengan banyak cerita menarik....
Dunia ini ada banyak yang bisa bikin kau terpana.
Selamat Datang, Keisya Airazahra dan Indra Kusuma
(anak pertama dari pasangan Uge dan Heni, Ratna Daypek dan Yadi Akung; temanku)
Writer : Ayu N. Andini
Photo by www.michaelramaccia.com
Wednesday, February 21, 2007
Hidangan Spesial Paskah

Hari Paskah menjadi sebuah hari yang dikuduskan dan mulia. Jatuh tepat tanggal 16 April tahun 2006 lalu, Paskah diperingati sebagai Hari Kebangkitan Jesus Kristus yang dirayakan umat Kristiani di seluruh penjuru dunia dengan berbagai cara.
Telur-telur yang dilukis warna-warni, cokelat-cokelat berbentuk telur, kelinci-kelinci dari cokelat manis, serta anak-anak kecil yang sibuk berburu hadiah Paskah di balik semak dan rumpun bunga musim semi, adalah hal-hal yang sering kita temui pada perayaan Paskah. Orang-orang pun saling berkirim kartu ucapan, berkirim bunga, makanan, dan minuman. Hari Paskah, adalah juga hari dimana semua anggota keluarga berkumpul, saling bertukar bingkisan, dan makan siang bersama.
Paskah dan Musim Semi
Keceriaan warna pada perayaan Hari Paskah (Easter’s Day), ternyata punya hubungan yang erat dengan bunga-bunga yang mekar pada musim semi.
Menurut catatan sejarah, ada banyak perkiraan tentang hubungan antara nama “easter” dan kepercayaan kuno orang-orang Anglo-Saxon kepada Dewi bulan dan musim semi yang bernama “eastre, eostre, atau ostar”. Sedangkan Eostora adalah hari suci untuk memperingati Dewi bulan pada saat-saat bulan purnama di musim semi. Lalu gereja pun meletakkan perayaan Paskah (Easter’s Day) pada hari Minggu pertama atau kedua, setelah bulan purnama pertama dan gejala kosmik Vernal Equinox terhadap bumi telah terjadi (terhitung biasa terjadi pada 21 Maret setiap tahunnya, yaitu pada saat posisi matahari berseberangan dengan garis khatulistiwa).
Telur dan Kelinci di Hari Paskah
Selain banyak dipercaya sebagai simbol kesuburan, menurut kepercayaan orang Mesir Kuno, kelinci pun melambangkan kelahiran dan kehidupan baru. Kedekatan pemahaman simbol ini menyebabkan telur dan kelinci selalu muncul bersamaan pada perayaan Paskah.
Perayaan Paskah di Four Seasons Hotel Jakarta
Ketika ditanyakan tentang paket perayaan Paskah, Yudith menjelaskan lebih rinci, “Utk makanan dan minuman spesial Paskah, kami sajikan di Steak House Four Seasons Hotel Jakarta pada hari Sabtu dan Minggu (15 s/d 16 April 2006). Pada malam paskah (15 april 2006) , hari Sabtu malam, ada 5 set dinner spesial Paskah di sana. Dan hari Minggu siang (16 April 2006), kami membuat acara Sunday Brunch Easter senilai Rp 285.000,- (++) per orang termasuk red/white wine. Ini cukup meriah. Karena biasanya hari Minggu kami selalu ramai pengunjung. Easter’s Day juga ramai sekali di sini. Kami anjurkan untuk melakukan reservasi seminggu sebelumnya. Pada Sunday Brunch Easter, akan ada 13 live cooking station yang berderet tersaji sampai dengan ke ruangan bar. Berbagai menu ada di sini. Ada station sushi, pasta and noodle, peking duck, rib eye, roasted turkey, dan macam-macam dessert yang menarik. Khusus untuk anak-anak, ada paket sunday brunch menu for kids seharga Rp 125.000,- (++). Biaya ini sudah termasuk paket acara egg hunt, game, dan cookies making class. Jadi, ketika orangtuanya menikmati makanan mereka, anak-anaknya kami taking care dengan aktivitas yang menghibur. Tersedia juga hadiah untuk pembuat kue terbaik hari itu. Perayaan Paskah di sini pasti meriah.”
Thursday, January 25, 2007
Menikmati Setiap Sudut Pangkalpinang

Menurut dinas pariwisata setempat, kota Pangkalpinang sejak ratusan tahun ditempati oleh etnis Tionghoa. Oleh sebab itu objek wisata yang ada disana juga tak lepas dari sejarah dan budaya Tionghoa. Berdasarkan catatan sejarah, tahun 1848 penduduk etnis ini berjumlah sekitar 1.867 jiwa dan pada 1920 bertambah menjadi 15.666 orang, artinya 68,9 % dari seluruh penduduk kota pada waktu itu.
Dengan latar belakang sejarah demikian, wajar kalau Pangkalpinang dan peduduknya juga kental bernuansa tradisi peninggalan kekaisaran Tiongkok di Asia Timur. Disana tersebar aneka bangunan khas pecinan, seperti kelenteng yang menjadi tanda bahwa tradisi lokal masih melekat hingga sekarang. Berbagai upacara adat pun hingga kini masih lestari dan diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu. Kondisi ini membuktikan bahwa sejak berabad silam, pembauran antara etnis Tionghoa dengan Melayu berlangsung baik di kota ini khususnya dan Pulau Bangka secara keseluruhan.
Salah satu tempat yang kerap dikunjungi para wisatawan di Pangkalpinang adalah Kelenteng Kwan Tie Miaw. Kelenteng tertua di Bangka ini, berada masih di pusat Kota Pangkalpinang. Pada setiap perayaan Imlek, kelenteng ini penuh sesak oleh orang-orang yang hendak memanjatkan doa seraya membawa berbagai barang persembahan.
Beberapa upacara adat lokal, juga menarik perhatian wisatawan, antara lain “Peh Cun”, yaitu sebuah tradisi masyarakat Tionghoa untuk menghormati mendiang seorang bangsawan yang amat dicintai rakyat, bernama Qu Yuan. Upacara ini biasanya dilaksanakan di Pantai Pasir Padi setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.
Tempat lainnya yang juga sering dijambangi sekaligus mengingatkan kita pada abad ke-18 adalah Museum Timah Bangka. Di dalam museum ini terpapar catatan sejarah pertambangan timah Bangka dari awal ditemukan hingga perkembangan industrinya sekarang.
Pantai Favorit
Selain objek wisata sejarah dan budaya, Pangkalpinang juga memiliki objek wisata pantai yakni Pantai Pasir Padi yang terletak di Kecamatan Bukit Intan. Pantai ini mudah dijangkau, cuma butuh 30 menit dengan kendaraan bermotor dari pusah kota.
Kelebihan pantai ini antra lain pantainya landai dan cukup panjang sehingga pengunjungnya bisa puas bermain di sepanjang pantainya hingga jauh. Bentangan pantainya ke laut mencapai lebih-kurang 7 meter. Oleh karena itu ombaknya yang sampai ke tepi pantai hanya berupa riak kecil dan pelan. Sedangkan angin lautnya bertiup kencang ke arah daratan, sehingga kerap dimanfaatkan oleh para penggemar layang-layang.
Pantai berpasir coklat dan bersih ini menjadi lokasi favorit bagi semua umur. Disana kerap terlihat sejumlah anak asyik bermain di bibir pantai, berlarian, membangun istana pasir dan sebagainya. Kawula muda disana juga menjadikan pantai ini sebagai salah satu tempat tongkrongan. Pada akhir pekan atau hari libur, pantai ini semakin ramai pengunjungnya. Jangan heran kalau sampai ada mobil atau sepeda motor yang bebas mondar-mandir di tepian pantainya.
Di sekitar pantai tepatnya di tepi jalan beraspal, terdapat deretan saung kecil yang digunakan pedagang menjajakan aneka makanan dan minuman ringan. Salah satu minuman favorit di sana adalah air kelapa muda segar.
Kalau ingin menikmati keramaian Kota Pangkalpinang, datang saja ke seputar wilayah Pasar Pembangunan yang oleh warga setempat lebih dikenal dengan sebutan “Pasar Besar”. Di tempat ini segala jenis barang kebutuhan diperjualbelikan, ada aneka sayur mayur, ikan segar, pakaian hingga barang elektronik. Di lokasi ini juga terdapat deretan penjaja makanan khas Bangka.
Pusat Niaga
Letak Pangkalpinang yang sangat strategis di bagian timur Pulau Bangka, membuatnya selalu ramai dikunjungi orang baik wisatawan, pebisnis, dan sebagainya dari berbagai penjuru. Sarana angkutan masal di kota ini cukup memadai, misalnya Bandara Depati Amir yang terletak di ujung paling timur Kota Pangkalpinang, memiliki jangkauan jalur transportasi pesawat terbang yang didukung lebih dari 4 maskapai penerbangan se-Indonesia. Dengan luas wilayah 89,40 km2, kota ini berfungsi sebagai pusat pengembangan pembangunan yang meliputi pusat pemerintahan, kegiatan politik, perniagaan, industri, pendistribusian barang, jasa, pelayanan kesehatan, pusat pendidikan, dan lain-lain.
Jalan-jalan di seputar Kota Pangkalpinang cukup menyenangkan. Kondisi lalu-lintasnya lancar, boleh dibilang tak pernah macet. Didukung oleh sarana transportasi umum dengan terminal kota di dekat "Pasar Besar" yang melayani beberapa rute angkutan dalam kota. TC Ayu/Berbagai sumber
Tips Perjalanan:
Pulau Bangka berada di jalur strategis dan internasional antara Singapura dan Jakarta. Mudah mencapainya. Lewat laut dari Jakarta ke Pelabuhan Belinyu dan Pangkal Balam. Via udara dengan pesawat udara, antara lain Sriwijaya Air yang terbang setiap hari ke bandara Depati Amir yang berjarak sekitar 40 km dari Kota Sungailiat. Dari Bandara Depati Amir menuju pusat Kota Pangkalpinang, dapat ditempuh dengan kendaraan umum sekitar 30 menit. Kalau ingin ke Pantai Pasir Padi, ambil jalur yang menuju ke Air Itam. Jaraknya sekitar 30 menit dari pusat kota.
Angkutan umum dalam kota yang tersedia, ada 5 jalur. Pangkalpinang-Air Itam dengan angkutan kota (angkot) berwarna hitam, Pangkalpinang-Mentok angkot hijau, Pangkalpinang-Pangkalbalam angkot merah, Pangkalpinang-Bandara Depati Amir angkot kuning, dan Pangkalpinang-Selindung dengan angkot warna biru. Tarif penumpang hanya berkisar Rp 2.000-Rp 3.000 per orang.
Untuk pergi ke daerah Sungailiat atau Koba, penumpang bisa memilih kendaraan umum yang disebut “Pownis” atau mobil colt. Jarak tempuhnya sekitar 2-3 jam dari terminal Pangkalpinang. Tarifnya cukup murah, hanya Rp 5.000, pengunjung bisa diantar sampai ke tempat tujuan. Pownis adalah salah satu kendaraan umum milik penduduk di Bangka. Kapasitas Pownis bisa menampung 31 orang. Selain itu ada bentor atau becak motor yang biasa digunakan untuk mengakut orang dan barang. Harganya bervariasi sesuai jarak tempuhnya. Tarif dalam kota biasanya berkisar antaraa Rp 3.000,- s/d Rp 5.000,-per orang.
(Tulisan ini telah dimuat di majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)
Writer: Ayu N.Andini
Photo by Ayu N. Andini
Ket. Foto: Judul "digging" --kawasan wisata Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Bangka.
Monday, January 22, 2007
Melongok Kampung Melayu Tuatunu

Sejarah mencatat, pembentukan kampung-kampung di Pulau Bangka telah dimulai sejak diberlakukan kebijakan pemerintah Kolonial Belanda pada awal abad ke-18, tentang pembukaan jalur-jalur jalan yang menghubungkan beberapa distrik pertambangan timah. Bentuk perkampungannya mirip dengan perkampungan yang kita jumpai sekarang.
Rumah-rumah penduduk dibangun berderet di tepi-tepi jalan yang menghubungkan antara distrik pertambangan timah yang satu dengan yang lain. Hal itu dimaksudkan agar pengawasan terhadap aktivitas penduduk oleh pihak Kolonial Belanda menjadi lebih mudah.
Ketika terjadi perlawanan yang dipimpin Depati Amir, tentara belanda membentuk kampung-kampung yang serupa dengan Kampung Tuatunu. Pihak penjajah sengaja membuat perkampungan yang letak rumah-rumahnya tak menyebar terlalu jauh. Tujuannya agar para pribumi sulit melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Drs. Akhmad Elvian, Kampung Melayu Tuatunu termasuk dalam Simpul C, yakni sebuah rancangan program pengembangan dan pelestarian wisata sejarah dan budaya di Kota Pangkalpinang.
Bentuk Khas
Sesungguhnya, rumah adat khas Kampung Tuatunu tampak seperti rumah panggung biasa. Pondasinya berupa tiang kayu yang terpancang dan disemen pada tiap dasarnya. Seluruh dindingnya terbuat dari kayu Nyatoh atau Meranti Merah yang pohonnya banyak tumbuh di wilayah kampung ini. Dulu, atapnya terbuat dari daun rumbia, tapi belakangan banyak yang menggunakan genteng. Hanya bagian atap depan rumah saja yang ditambah dengan tumpukan daun rumbia.
Yang membedakannya dengan rumah kebanyakan adalah “pintu penanggung malu” yang ada hampir di setiap rumah. Disebut demikian, karena pintu itu dapat menyelamatkan penghuninya dari rasa malu. Pintu itu digunakan oleh penghuni rumah, ketika ada tamu datang sementara tuan rumah tak punya suguhan yang layak. Lewat pintu yang letaknya di bagian belakang rumah itulah sang tuan rumah keluar untuk meminjam atau membeli suguhan bagi tamunya. Ini dilakukan agar tamunya tidak tahu bahwa sesungguhnya sang tuan rumah sedang kesulitan memberi suguhan di rumah sendiri.
Tradisi Mandi di Sungai
Selain bentuk rumah yang unik, penduduk asli di Kampung Tuatunu juga punya kebiasaan atau tradisi yang beda, yakni mandi bersama di sungai. Dan menurut beberapa warganya, mereka memang lebih senang mandi bersama di sungai daripada di rumah. Oleh karenanya setiap pagi warganya berbondong-bondong berjalan menuju ke sungai kecil yang mengalir di dekat kampung. Tradisi ini mengingatkan kita akan kondisi beberapa tempat di Bali pada era tahun-70-an, dimana ketika itu warganya juga biasa melakukan mandi bersama di sungai berair jernih.
Tradisi mandi bersama di sungai menjadi saat-saat menyenangkan bagi warga Kampung Tuatunu. Di tempat pemandaian alami itulah tali persaudaraan dan persahabatan mereka sebagai sesama warga menjadi semakin kuat. Bagi para ibu, mandi bersama di sungai sekaligus menjadi tempat untuk saling bercengkerama dan berbicara tentang apa saja. Sementara bagi anak-anak, menjadi tempat bermain yang menyenangkan. Sungai kecil itu kiranya menjadi saksi bisu segala macam proses komunikasi dan sosialisasi bagi penduduk Kampung Tuatunu.
Tips Perjalanan:
Kampung Tuatunu terletak di bagian barat Kota Pangkalpinang (Pulau Bangka), menempati wilayah sekitar 2.500 hektar. Di sekitarnya masih terdapat rawa. Dari hasil penelitian, didapati bahwa kondisi tanah di perkampungan Tuatunu mempunyai Ph rata-rata dibawah 5 sehingga cocok untuk ditanami pohon karet, lada, dan palawija.
Jaraknya dari pusat Kota Pangkalpinang sekitar 15 menit dengan angkutan umum. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Buah nanas merupakan salah satu hasil perkebunan warga Kampung Tuatunu yang kerap dijadikan buah tangan oleh pengunjung usai menjambanginya.
Di perkampungan yang dihuni oleh etnis Melayu dengan mayoritas muslim, terdapat mesjid tua yang bangun tahun 1928. Masjid Al-Mukarrom ini masih menjadi tempat ibadah yang ramai didatangi hingga sekarang.
Wednesday, January 17, 2007
Nikmati Lempah Kuning dan Jongkong Selagi di Bangka

"Ambi’ belacen, garam, cabe kecit, Kite ngelempah, kite ngelempah, lempah darat.Pucuk ided, alar keladi, Hai lempah darat.”
Itulah lirik lagu Lempah Darat yang ditembangkan Zikri, second chef Pelangi Restaurant, Parai Beach Resort & Spa saat membuat salah satu makanan khas Bangka ini. “Kalau ingin tahu resep menu Lempah Darat, coba saja dengar lagunya. Lagu Lempah Darat,” ujarnya.
Resep original Lempah Darat terdiri dari beberapa sayuran seperti pucuk ided (daun-daun muda dari sejenis pohon liar yang tumbuh di hutan Pulau Bangka), dan alar keladi (tunas keladi). Tapi masyarakat di sana kadang menggunakan jenis sayuran lain seperti kacang panjang, kacang butur (sejenis kecipir), terong kancing, dan kerupuk ikan mentah yang dimasukkan ke dalam air rebusan berbumbu. Yang menjadi kekhasan makanan berkuah ini selain asam Jawa adalah bumbunya yang disebut belacan atau yang dikenal dengan terasi Bangka. Belacan ini terbuat dari udang laut segar. Kualitasnya tak perlu diragukan lagi sebagai terasi yang paling sedap untuk dijadikan bumbu masakan. Rasa dan aromanya tajam dan akan lebih sedap kalau dicampur dengan bumbu lain. Menurut tradisi masyarakat disana, Lempah Darat sebagai main course (menu utama) khas Bangka biasanya disantap dengan lauk ikan asin dan nasi putih hangat.
Selain itu ada Lempah Kuning. Kalau Lempah Darat menggunakan banyak bahan yang terdapat di daratan, sebaliknya Lempah Kuning memakai bahan yang datang dari kekayaan laut Bangka-Belitung. Ikan kakap merah yang jadi bahan utamanya, menjadikannya menu ini disebut Lempah Kuning Kakap Merah. Rasa sop ikan ini asam segar dan gurih. Lebih enak disantap selagi masih hangat. "Bumbunya terdiri dari laos, kunyit, bawang putih, bawang merah, cabe, terasi, dan asam," ungkap Zikri.
Ada lagi Ikan Tenggiri Bakar yang disajikan lengkap dengan sambal kecap dan sambal belacannya. Menu ini dibuat dari bahan dasar ikan tenggiri segar yang diberi perasan air jeruk nipis dan diolesi beberapa campuran bumbu sebelum nantinya dipanggang di atas bara. “Ini diambil dari resep asli Bangka. Aslinya, ikan ini hanya diolesi garam dan merica. Tapi di restoran kami ditambah beberapa bumbu lain seperti jahe, daun jeruk, dan daun bawang yang semuanya dicincang tipis lalu campurkan dengan minyak sayur agar lebih sedap. Setelah ikan diberi perasan air jeruk nipis, lalu ditaburi merica dan garam. Terakhir, daging ikan diolesi dengan campuran bumbu cincang,” terang Zikri.
Sambal belacannya menggunakan bahan cabe kecit (cabe rawit), bawang merah, bawang putih, dan sedikit belacan. Semua bahan itu dipanggang lalu ditumbuk jadi satu dan ditambahkan sedikit gula pasir. Ikan tenggiri berdaging putih tebal yang gurih, berpadu dengan sambal belacan yang pedas dan setangkup nasi hangat, tentu jadi santapan utama yang patut dicoba.
Setelah menyantap menu utama, coba cicipi Jongkong sebagai penutup. Penganan manis asli Bangka ini terbuat dari campuran tepung beras yang diberi sedikit air, kapur sirih, dan garam. Adonan tepung beras ini kemudian dimasak hingga matang dan mengental. Pada permukaannya yang terasa manis, tampak butiran bening gula pasir dan lelehan palm sugar. Jongkong bisa dinikmati sebagai makanan tak kenal waktu dan cuaca. Dengan segelas minum teh pahit atau kopi hangat, kenikmatan jongkong lebih terasa. TC Ayu
Tips Perjalanan :
Mau menikmati Lempah Darat, Lempah Kuning Kakap Merah, Ikan Tenggiri Bakar, dan Jongkong saat berada di Bangka? Tak usah bingung! Datang saja ke Pelangi Restaurant yang berada di Kawasan Parai Beach Resort & Spa, Sungailiat, Bangka. Lempah Kuning Ikan Kakap dan Ikan Tenggiri Bakar yang ada disana, masing-masing per porsinya cuma Rp 55 ribu. Kenikmatan dan kekhasannya yang didapat pasti membuat kunjungan anda di Bangka jauh lebih lengkap. Coba saja!
(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)
Writer: Ayu N. Andini
Photo by Ayu N. Andini
Ket.Foto: Senja di Pantai Matras, Bangka.
Tuesday, January 16, 2007
Please Come Into My Culinary World !!
Berlibur di Sekolah Kuliner
Ada banyak aktivitas yang bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu luang dan musim liburan. Beberapa orang akan mengambil macam-macam kursus singkat yang punya nilai fungsi berkesinambungan. Misalnya, kursus memasak. Ini tidak terbatas kepada para ibu-ibu dan kaum perempuan saja. Siapa saja bisa mencoba untuk melakukannya. Terlebih jika aktivitas ini adalah aktivitas pilihan yang tidak menjadi bentuk kebiasaan. Belajar memasak, tidak hanya untuk memperdalam keahlian saja, tapi juga memahami apa saja makanan terbaik yang bisa disajikan kepada diri dan keluarga.
Bagi anak-anak, ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Belajar untuk mengetahui dan memahami makanan-makanan favorit mereka, sekaligus “mengenal” kegiatan memasak, adalah salah satu pilihan pengisi liburan. Sebuah kegiatan rekreasi dengan bobot nilai yang edukatif.
Salah satu tempat yang menyediakan fasilitas tersebut, bertempat di Chezlely Culinary School. Sekolah kuliner yang berlokasi di Lebak Bulus – Jakarta Selatan ini, sejak tahun 2005 telah dibuka untuk siapa saja yang ingin terlibat di dunia kuliner.
Lely Purnama Simatupang (pendiri dan pemilik Chezlely Culinary School), menuturkan bahwa secara umum menurut hasil survey yang dilakukannya didapati bahwa kursus khusus memasak, terbagi dalam dua karakter. Pertama, kursus untuk penggemar masak. Istilahnya amatir. Kelas amatir ini banyak diminati oleh para ibu rumah tangga, dan para pemula yang ingin membuka usaha restoran, atau mulai menjual aneka kue. Sedangkan untuk kelas profesional, termasuk dalam kategori kedua.
“Itu biasanya ada dalam institusi-institusi pendidikan formal seperti NHI-Bandung, sekolah-sekolah perhotelan di Jakarta, dan lain-lain. Mereka banyak mempelajari ilmu-ilmu perhotelan, tidak terlalu detail membahas mengenai kuliner. Chezlely Culinary School sebenarnya dibuka untuk memenuhi kebutuhan dua kategori kursus tersebut. Semua orang dengan aneka latar belakang pendidikan, bisa ikut belajar di sini,” papar Lely.
Konsep Khas Chezlely Culinary School
Tempat ini menyiapkan konsep yang dirancang sesuai dengan kebutuhan peserta kursus. Untuk kategori kelasnya, terbagi dalam dua kelompok besar. Le Cuistot, untuk kelas dewasa. Kelas ini terdiri dari dua kategori. Amatir dan profesional. Untuk kelas amatir, biasanya diminati para pemula dan penggemar dunia kuliner. Sedangkan untuk kelas profesional, banyak dikuti oleh orang-orang yang ingin lebih serius terlibat di dunia kuliner, sebagai pengusaha, pengelola restoran, dan chef profesional.
Sedangkan kelompok Le Petit Chef, adalah kelas khusus untuk anak-anak usia 5 s/d 13 tahun. Kelas ini terbagi juga dalam dua kategori, kelas amatir dan kelas intensif. Yaitu kelas khusus untuk anak-anak yang benar-benar berminat dan serius menekuni bidang kuliner. Baik kelas amatir yang hanya belajar dalam sehari (short course method), maupun kelas intensif yang ditempuh selama 10 kali pertemuan setiap minggunya, dua kelas ini sama-sama banyak peminatnya.
Mengenai konsep edukatif di sana, Lely menjelaskan panjang lebar, “Untuk kelas amatir pun, kursusnya didesain untuk bisa melihat sesi demo. Sambil melihatnya, peserta didik bisa bertanya sebanyak-banyaknya melalui sesi demo ini. Setelah itu mereka mempraktekkannya sendiri-sendiri. Tentu saja, tetap dalam bimbingan pengajar yang juga mengawasi dan menemani mereka. Desain untuk kategori dewasa dan kelompok anak-anak, dikonsep hampir sama bentuk. Hanya bobot materi-materinya saja yang dibedakan. Misalnya untuk anak-anak, kami berangkat dari konsep “I like to eat”. Karena suka makan, maka mereka juga ingin menyediakannya. Anak-anak bisa lebih paham dan lebih dekat dengan makanan-makanan kesenangannya. Pizza, Apple Pie, Brownies, Little Fairy Cake, dan lain-lain. Mereka bisa belajar dan bermain sambil berkreasi.”
Didukung oleh para pengajar profesional, kelengkapan peralatan dan fasilitas yang dibuat dengan standar internasional, serta suasana kursus yang nyaman, tak sedikit orang memilih tempat ini untuk memperluas wawasan dan pengetahuan. Walaupun kegiatan ini dilakukan pada saat-saat liburan maupun pada waktu-waktu luang.
Lebih Dekat dengan Dunia Kuliner
Untuk bisa lebih mengenal dunia kuliner, tak hanya perempuan yang punya tempat khusus di dalamnya. Tempat ini terbuka luas untuk siapa saja yang ingin “berkenalan” dengan dunia kuliner. Biaya kursusnya pun relatif murah.
Para peserta didik, akan mengenakan seragam khas chef di tempat ini. Topi chef yang berdiri tinggi, diberikan untuk para peserta yang mengikuti kelas amatir (short course method), sedangkan untuk kelas intensif dan profesional, mengenakan topi yang bentuknya lebih membulat dengan ukuran yang lebih rendah.
Suasana yang dibangun, menjadi cukup menarik. Bagi anak-anak dan orang-orang dewasa yang belum terbiasa dengan seragam ini, akan membuat mereka semakin merasakan benar-benar sebagai chef professional, dan sesi belajarnya pun menjadi lebih terasa. Benar-benar berada di dapur dengan seluruh peralatan standar internasional dan aman untuk digunakan oleh anak-anak maupun dewasa.
Pelajaran kursus biasanya diawali dengan kelas demo. Berkas-berkas resep dibagikan kepada setiap peserta kursus. Pada sesi ini, peserta akan mendapat banyak paparan dan panduan sekaligus melihat cara memasak berikut dengan tips-tips praktisnya. Selain mencicipi makanan hasil demo dari pengajarnya, peserta pun punya kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi.
Setelah itu, peserta diperkenankan mengenakan pakaian khusus untuk masuk ke kelas praktek. Celemek, lap, dan topi chef, adalah perangkat “belajar” di kelas ini. Sedangkan segala macam peralatan yang dipakai untuk mengolah makanan dari mulai tahap persiapan bahan, mengolah hingga matang, dan disajikan dalam plate menarik, semuanya menjadi tanggung jawab pihak Chezlely Culinary School. Tempat ini juga menyediakan bahan-bahan makanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan daftar menu yang akan dibuat.
Jika hidangan telah matang, ada sesi ‘menghias’. Maka, jadilah memasak sebagai kerja kreatif yang sempurna. Menyenangkan sekaligus mengenyangkan. Untuk sendirian, ataupun dinikmati bersama-sama, tak jadi soal. Tapi liburan kali ini, telah terisi dengan hal baru yang menambah wawasan pengetahuan.
(Tulisan ini telah dimuat di majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)
Writer : Ayu N. Andini
Friday, January 12, 2007
Passion and Romance Dessert Platter
Ungkap Cintamu dengan Menu-menu Valentine's Day
Jauh sebelum itu, pada jaman kerajaan Roma, tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari penghormatan untuk dewi Juno, dewi pelindung perempuan dan perkawinan, sekaligus Ratu dari para dewa dan dewi di Roma. Sehari setelahnya, diadakan perayaan untuk penghormatan kepada dewi Juno, dengan nama Festival of Lupercalia.
Lotre Cinta, salah satu komponen penting dari perayaan ini. Para gadis menulis namanya pada selembar kertas dan memasukkannya pada sebuah guci. Dan para perjaka, mengambil lotre dan mendapatkan nama gadis yang akan menjadi pasangan kencannya sepanjang acara festival tersebut. Dalam perkembangannya, pihak gereja di Roma melibatkan diri untuk mengubah nuansa erotik dari Festival of Lupercalia ini, menjadi nuansa yang lebih romantis.
Hingga akhir abad ke-18, para kaum bangsawan dan kerajaan di jaman Victoria saling berkirim kartu ucapan yang disertai macam-macam bingkisan, kain satin, bunga, daun berwarna kuning keemasan, lukisan tangan, bahkan bingkisan parfum sachet.
Dan sekarang, Valentine’s Day diperingati dengan meneruskan beberapa tradisi. Berbagi cinta, berbagi bingkisan, dan berkirim kartu ucapan yang juga menulis kata-kata : …” from your valentine”.
Love? Say it with Food.
Kebiasaan yang dilakukan untuk mengingat Valentine’s Day hingga sekarang, adalah membangun mood untuk membagikan rasa cinta kasihnya kepada pasangan hidup, orang tua, kerabat dekat, sahabat, dan bahkan kepada orang-orang yang berpapasan ketika berjalan pulang ke rumah. Momen ini juga menjadi ‘mata kail’ untuk memancing orang-orang datang ke tempat-tempat bernuansa romantis.
Beberapa pemilik toko bunga, toko souvenir, beberapa toko kue, bahkan restoran, kafe, dan hotel, seperti berlomba membuat desain terbaik untuk menyambut Valentine’s Day. Semakin banyak pilihan yang disediakan untuk mengungkap cinta. Tidak hanya melalui kiriman kartu ucapan, dan buket-buket bunga. Ungkapkan cinta lewat makanan. Karena indera pengecap rasa akan langsung mengirim kesan-kesannya kepada otak dan kita akan menyimpan kesan ini dalam memori ingatan. Dari lidah, bisa langsung ke hati. Karena bagaimana pun, rasa cinta bisa membangun semua hal menjadi semakin indah dan lezat.
Inter Courses dari Margaux Restaurant
Nuansa romantis yang dibangun di Margaux Restaurant, tidak hanya dari desain dekorasi ruangan yang serba temaram dengan candle light. Dengan nama “Inter Courses” pada Valentine’s Days dinner set menu, Robert James Blackborough, Executive Chef Shangri-La Hotel Jakarta mengantarkan tamu untuk menikmati hidangan dan mengingat momen istimewa ini.
Inter courses, banyak dipakai dalam ilmu seksologi sebagai sebutan lain dari hubungan intim. Hubungannya dengan menu, sangat erat. Sebab jika dilihat dari jenis makanan yang dihidang dalam set menu ini, terdapat tiga jenis makanan yang dikenal sebagai makanan pembangkit ‘gairah’. Menu dari kerang, daging kambing, dan cokelat.
“Inter Courses ini juga menjelaskan bahwa Valentine’s Day Dinner Set Menu terdiri dari beberapa courses. Menekankan pada kualitas dan tingkat kesulitan dalam membuat makanan. Karena bentuknya kecil-kecil, jadi pengerjaannya sangat intens dan detail. Akan ada 8 makanan yang disajikan untuk set menu Valentine’s Day”, ujar Johan Kusnadi, Chef de Partie, Margaux Restaurant.
Menu-menu disusun dari mulai appetizer, main course, dan dessert. Uniknya dari fine dining ala Perancis di Margaux Restaurant, disajikan menu yang disebut amouche bouche. Menurut adab makan ala Perancis, amouche bouche disajikan sebelum tamu menikmati hidangan appetizer. Untuk Valentine’s Day set menu ini, Cured Ocean Trout with Blue Swimmer Crab, Apple, Buerre Bosch Pear and Capers sebagai menu amouche bouche. Slize daging ikan trout mentah yang digulung dengan isi campuran mayonnaise dan irisan wortel, apel, dan buah pir.
Setelah amouche bouche, beralih ke sajian sop hangat Balmain Bug Tail, Tasmainian Iced Oyster and Monkfish in Saffron Consomme. Masuk ke menu hot appetizer, Robert James Blackborough menghidangkan Millefeule of Desire Potato with Mushroom Fricasse. Johan Kusnadi memaparkan , “Kentang ini di slize dulu, terus di convy (dimasak pelan), sekitar 2 jam, sesudah matang di press lagi. masukkan ke oven dan dimasak lagi sekitar 3 jam. Chef Robert ingin membuat hidangan yang intens dan ini pekerjaan yang detail sekali. Kentangnya bukan yang asal goreng saja, karena rasanya beda. Kentang yang ini garingnya sampai ke dalam. Menu ini juga pakai jamur. Ini jamur morel dari Australia. Di dalamnya juga ada jamur shiimeji dari Jepang, dan mushroom fricassee. Semacam saus yang kekentalannya ada diantara saus sop yang light, dan saus biasa yang kental banget, nah ini namanya fricasse.”
Sebelum masuk ke menu utama (main cours) disajikan Pink Champagne Sorbet, sejenis hidangan es krim yang diselipkan untuk pengantar ke menu utama. Masih ada lagi hot appetizer setelah selipan hidangan es krim ini. Hare Pastilla, Baby Carrot confitt with Fig compote and Truffle esense. Menu ini dibuat dari bahan daging kelinci liar (wild rabbit).
Masuk ke menu utama, disini tersedia dalam dua pilihan. Menu dari daging kambing : Olive and Porcini crusted Lamb Loin, Eggplant Fondue, Potato gratin and Ratatoullie Jus, atau menu dari ikan barramundi: Crispy Skinned Barramundi scented with Lime and Thyme with Zucchini Flower. Lobster and Vanilla Foam.
Aphrodisiac Menu dari Ambiente Italian Restaurant
Valentine’s Day juga tak lepas dari ingatan dari sebuah restoran bergaya Itali di jantung kota Jakarta. Ambiente Italian Restaurant menawarkan konsep menu Valentine’s Day dengan tema “aphrodisiac menu”. Toby J. Dale, executive chef dari Ambiente Italian Restaurant, mengungkap, “On Valentine’s Day, every man want to make every woman to happy and enjoy this moment. So we give the special set menu. This all is an aphrodisiac menu.”
Aphrodisiac menu, istilah yang dipakai untuk menamakan makanan-makanan pembangkit gairah seks. Tidak lepas dari kerang, daging kambing, dan coklat. Set menu valentine’s day di Ambiente Italian restaurant dibuka dengan hidangan dari kerang : Gratinated Oysters on Spinach served with Baby salad and walnut dressing. Kerang yang di pangang dengan filling daun bayam dan bawang serta siraman Hollandisse sauce diatasnya. Disajikan lengkap dengan salad dan walnut dressing.
Hot appetizer desain Toby khusus untuk Valentine’s Day kali ini, adalah Ravioli stuffed with chicken and mushrooms flavored with sage and served on Beetroot butter sauce. Konsep menu khas Italia ini, punya penampilan menarik. Pasta Ravioli yang disajikan dengan bentuk hati, dan diberi siraman Beetroot butter sauce dengan variasi saus berwarna pink rose dan garnish cantik dari wortel.
Untuk menu utama, ada dua pilihan yang ditawarkan. Herb and shallot crusted Snapper with scallop and Spinach sauce on crisp lemongrass risotto cake, atau Duo of Veal and Lamb with honey and coffee bean crust with saffron sauce and red wine sauce served on Green asparagus and Buttered tomato fettuccini. Pilihan keduanya, punya cita rasa yang unik. Menu dengan dua potong daging. Daging sapid dan kambing. Pada bagian atas dari potongan daging kambing, diberikan taburan biji kopi matang yang dimasak dengan madu manis. Ditepinya, ada fettuccini dengan warna pink rose yang didapat dari resapan sari buah tomat. Side vegetable pada plate yang sama, terhidang dua potong asparagus. Terakhir, diberi siraman saus ala spanyol : saffron sauce juga saus khas untuk hidangan daging merah: red wine sauce.
Dessert khas Ambiente Italian Restaurant diberi nama Passion and Romance Desert Platter. “For the dessert, I give the strawberry and chocolate, because ladies are very like the strawberry and chocolate. I think, this menu can make them happy and enjoy on Valentine’s Day. The passion is the name for chocolate, and the romance is strawberry”, ucap Toby J. Dale. Dengan siraman Baileys coffee sauce, bisa membuat Anda tetap terjaga untuk menikmati moment romantis di Ambiente Italian Restaurant - Arya Duta Hotel Jakarta.
“Untuk fine dining di Ambiente Italian Restaurant, set up nya sangat romantis dengan candle light dinner. Ini cocok buat couple atau pasangan-pasangan yang ingin merayakan momen Valentine’s Day di sini. Untuk Ambiente Italian Restaurant, kami memberikan Rp 750.000,- nett untuk tiap pasangan (dua orang) termasuk gift berupa cokelat praline, dan bunga sedangkan untuk yang ingin merayakan di Tavern, Rp 550.000,- nett per dua orang termasuk gift away juga,” papar Debby Berhitoe, Assistant Public Relation Manager Arya Duta Hotel Jakarta.
From Empire with Love
Dari ketinggian lebih dari 200 meter, Anda bisa nikmati momen istimewa ini ditemani dengan kelap-kelip lampu kota Jakarta. Romantic moment with romantic view. Empire Grille Restaurant di lantai 35 gedung Menara Imperium yang berlokasi di wilayah selatan Jakarta, akan mengantar Anda pada romantic fine dining velentine’s day dengan menu-menu aphrodisiac khasnya.
Jamuan makan malam dibuka dengan segelas red wine atau white wine, dan dilanjutkan dengan hidangan pembuka sebelum appetizer, yaitu seporsi amuse quelle yang disebut A Petit Star Camembert on Loving Toast. Lalu untuk appetizer, Empire Grille menawarkan Gratine Oyster with Creamy Spinach on Seafood Spring Roll. Menu dari kerang dengan filling daun bayam yang creamy dan topping mozzarella cheese.
Setelah diselipkan hidangan Soup Lobster Bisque with Love-Sign Cream on Top, Udin Syaifudin – Executive Sous Chef dari Empire Grille Jakarta, menyajikan tiga pilihan menu untuk menu utama special Valentine’s Day. Ocean Heaven of Jumbo Prawn & Salmon, Blossom Burgundy Fillet au Gratin, atau A Kiss from East and West : Asian Marination Grilled Half Lobster & Australian Stuffed Rib Eye.
“Tiga pilihan ini terdiri dari: satu sea food item, satu beef item, dan satu lagi adalah gabungan keduanya. Jadi para tamu bisa diberikan banyak pilihan. Yang suka sea food, bisa ambil sea food. Yang suka daging, bisa ambil daging. Yang suka keduanya, kita juga sediakan,” ujar Udin Syaifudin.
Konsep set menu ini banyak mengadaptasi style menu Eropa. Tentang apa saja yang menjadi latar belakangnya, Brigita Lisa operational manager dari Empire Grille memaparkan panjang lebar, “Karena suasana di sini sudah very romantic style, ini akan didukung dengan makanan-makanannya yang lebih ke menu yang aphrodisiac. Menu yang membangkitkan ‘gairah’ seks. Akan lebih banyak bermain di jenis sea food. Untuk daging kambing, kami tidak menyediakan menunya. Diganti dengan beef/daging sapi. Karena sebenarnya daging merah juga termasuk makanan yang aphrodisiac. Paket-paket untuk set menu special ini bisa dinikmati dengan budget sekitar Rp 225.000,- per orang. Jadi per couple (dua orang) itu sekitar Rp 550.000,- an.”
Menurut rencana, untuk perayaan Valentine’s Day tahun ini Empire Grille akan bekerja sama dengan salah satu air line company di Indonesia dan menyediakan hadiah tiket pesawat gratis, tujuan Jakarta – Singapura – Jakarta untuk sepasang kekasih yang beruntung pada malam tanggal 14 Februari nanti. Selain itu, pihak manajerial Emprie Grille juga menyiapkan souvenir berupa CD yang berisi lagu-lagu romantis untuk semua tamu yang datang ke restoran ini dan menikmati set menu spesialnya.
Valentine’s Day dengan Amour Steak dari Steak Factory
Restoran dengan desain ruangan minimalis modern dan dua lantai ruang makan yang nyaman ini, juga jadi tempat ‘nongkrong’ favorit anak muda di Jakarta. Tiap tahunnya, Steak Factory selalu ‘ketumpahan’ tamu yang ingin merayakan Valentine’s Day di sana. “Karena dari pengalaman tahun lalu, yang datang banyak sekali. Jadi mungkin akan sulit untuk bikin acara khusus. Menurut rencana, kami mau membuat foto-foto pasangan kekasih yang dating ke sini pada hari itu. Hasil fotonya, akan diberikan ke para tamu itu juga. Tapi karena waktu itu, ruangan sampai penuh, semuanya sibuk sama urusan masing-masing.
Sepertinya udah nggak nyaman juga untuk ambil foto mereka, ya,” ujar Yoke, owner Steak Factory.
Tempat ini juga punya desain menu special Valentine’s Day. Love Feast, namanya. Ada Secret Soup sebagai appetizer, Amour Steak dalam menu utamanya, dan ditutup dengan desert Heart Beat Jelly dan minuman jus True Love Punch. Cukup sederhana, tapi tetap istimewa.
Amour Steak dibuat dari daging tenderloin sapi. Dihidangkan lengkap dengan side vegetable dan dua potong daging yang di panggang serta dimasak dengan panir, lalu diberi taburan keju di atasnya. Dan saus yang menjadi teman setianya adalah saus tomat spesial khas Steak Factory. Sedangkan untuk minuman True Love Punch, dibuat dari campuran sari buah nanas, jeruk, dan apel dengan tambahan sedikit minuman bersoda. Terakhir, dessert Heart Beat Jelly yang didalamnya terdapat jelly manis merah berbentuk hati dan yoghurt rasa strawberry.
Set menu ini khas Steak Factory dengan adaptasi style menu western (yang kental dengan steak item). Dengan judul set menu “Love Feast”, tempat ini ingin memberikan jamuan kasih. “Maksudnya, set menu ini spesial kami sajikan untuk para tamu yang lagi pacaran, bahkan menu ini juga jadi spesial untuk mereka yang sudah terikat sebagai suami istri. Inilah yang namanya jamuan kasih,” tegasnya.
Dengan budget Rp 100.000,- Anda sudah bisa menikmati set menu Valentine’s Day ala Steak Factory termasuk dengan desain ruangan yang romantis dan souvenir berupa cokelat praline atau chocolate cookies berbentuk hati.
Romance and Sweetly Valentine di Grand Super Kitchen Restaurant
Restoran dengan konsep chineese cuisine ini, juga tak ingin melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan para tamunya pada Hari Kasih Sayang tepat tanggal 14 Februari mendatang.
“We know that Valentine’s is the western tradition. And in Asia, they don’t know about Valentine’s Day. Honestly, from the first in the beginning, a lot of people in asian, right now is known about this Valentine’s Day. Back to the concept, its not only chineese that we like to present. But also the western. Because our chef is chineese chefs, and Valentine’s Day are western style. So, how we can combine these different things. So it could be the chineese food, with western style. We’ll planning the balance of the two kind of these style. In short cut, it called a fusion menu,” papar Edy Nizon, Operational Manager Gran Super Kitchen – Serpong.
Fusion, bisa dianggap sebagai style menu yang menyajikan campuran beberapa style menjadi satu menu yang utuh dan seimbang. Gran Super Kitchen dengan chineese cuisine yang mendominasi hampir seluruh menunya, tetap akan berkompromi dengan European style menu. Fusion style, bisa menjadi pilihan terbaiknya. Dengan dua judul “Sweetly” dan “Romance”, restoran yang berlokasi di Serpong – Tanggerang ini memberikan banyak pilihan Valentine’s Day menu melalui 8 jenis makanan untuk masing-masingnya.
Pada “Romance”, di dalamnya ada Bang-Bang Chicken, jenis appetizer dari potongan-potongan kecil daging ayam yang disajikan dengan siraman peanut sauce dan taburan wijen di atasnya. Appetizer manis ini dihidang dingin. Sedangkan untuk menu utamanya diberi nama Golden Desert “Gala” Prawn. Edy menjelaskan, “Saya beri nama golden desert, karena sausnya dibuat dari telur asin yang mempunyai warna kuning keemasan. Rasanya benar-benar lezat karena kami menggunakan udang fresh yang masih hidup untuk diolah dan dimasak langsung dalam menu ini.”
Terakhir, untuk pencuci mulut, dihidangkan Hawaian Dessert yang terdiri dari campuran buah-buah segar. Cherry, mangga, buah kiwi, papaya, dan apel. Dengan setangkup es krim strawberry di atasnya, menu ini memberikan kombinasi rasa yang sedap dan segar.
“Menurut rencana, kami akan mengundang solois yang memainkan instrument musik: biola atau saxophone, untuk datang ke tempat ini dan mereka akan memainkan lagu sesuai dengan permintaan para tamu. Tamu-tamu yang memesan valentine’s Day set menu, akan mendapat kesempatan untuk me-request satu buah lagu untuk dimainkan di dekat meja makan mereka,” ucap Edy.
Paket menu “Romance” spesial Velantine’s Day ini bisa dijangkau dengan budget Rp 498.800,- (++) untuk 2 orang. Sedangkan “Sweetly” bisa dinikmati untuk 2 orang dengan harga Rp 388.000,- (++). Harga ini sudah termasuk segelas red/white wine dan souvenir berupa setangkai bunga mawar segar.
Cinta, memang dilukiskan dengan berbagai gambaran.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang terucap
Disampaikan awan kepada hujan
Yang meniadikannya tiada.
(karya Sapardi Djoko Damono, “Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana”)
Ada banyak cara untuk berbagi kasih dengan orang yang kita sayangi. Sederhana atau pun rumit, cinta memang soal rasa. Untuk hal ini, cuma Anda yang tahu jawabannya.
(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah Food & Life Style yang berkantor di Jakarta)
Writer : Ayu N. Andini
Sunday, January 07, 2007
Chocolatecinno
Saturday, January 06, 2007
Perjalanan Hidup Hot Chocolate
Kedekatan hubungan manusia dan cokelat mulai ditandai dengan dikonsumsinya biji cokelat ini sebagai minuman yang disebut “chocolatl” dalam bahasa Meksiko. Jenis minuman yang terbuat dari biji coklat yang dipanggang, dicampur dengan air, dan sedikit rempah-rempah.
Cokelat mulai dikenal di daratan Eropa pada masa imperialisme awal (tahun 1500-an), walaupun ketika Christopher Columbus membawa biji cokelat ke Eropa untuk pertama kali pada tahun 1502, mereka tidak tahu sama sekali kegunaan cokelat dan cokelat menjadi komoditi yang diabaikan.Ketika Hernan Cortez, seorang Jenderal dari Spanyol berhasil menaklukkan bangsa Aztec pada tahun 1519, ia mencicipi minuman cokelat untuk pertama kalinya. Kemudian menulis surat pada Raja Spanyol Charles V bahwa, “Minuman ini adalah minuman yang berharga, yang dapat membangkitkan semangat untuk bertempur dan tetap siaga. Satu cangkir minuman ini mampu membuat manusia bertahan satu hari tanpa makanan”.
Akhirnya Cortez kembali ke Eropa dan mengisi penuh kapalnya dengan biji coklat dan peralatan lengkap untuk membuat minuman ini. Sejak saat itu, manfaat cokelat tersebar ke berbagai negara Eropa seperti Spanyol, Perancis, dan Inggris, dan sebagian kawasan Amerika Utara. Tahun 1631, racikan minuman coklat yang pertama terbit di Spanyol, hasil kreasi Antonio Colmenero de Ledesma.
Ia adalah seorang dokter dari Andalusia dan selama ia mengunjungi Hindia Barat ia menaruh perhatian pada aspek diet dan efek psikologis dari minuman cokelat ini. Ia menyatakan, “Cokelat itu menyehatkan. Minuman ini membuat peminumnya “gemuk dan dapat meningkatkan konsentasi berpikir”.
Untuk wanita, minuman ini juga dapat meningkatkan kesuburan dan mempercepat proses pemulihan setelah melahirkan. Pada tahun 1640-an, minuman coklat mulai dicampur dengan gula dan menjadi minuman yang populer dikalangan orang-orang kaya di Spanyol. Ketika salah satu anggota keluarga kerajaan Spanyol menikah dengan keluarga kerajaan Inggris, cokelat menjadi mas kawin. Pembuat coklat kerajaan pun ditunjuk secara khusus dan popularitas cokelat semakin melesat.
Pada pertengahan abad ke-17, cokelat dinikmati dan menjadi popular di Inggris. Khususnya setelah Jamaika memberikan akses produksi biji cokelatnya kepada negara Inggris. Setelah cokelat diproduksi di Inggris, cokelat menjadi hidangan penutup setelah makan malam dan susu menjadi campuran tambahannya. Menginjak tahun 1656, hot chocolate telah menjadi jenis minuman eksotik di sepanjang wilayah Eropa. Queen’s Land Coffee House di Oxford, sudah mulai menyajikan minuman cokelat dan kopi pada tahun 1656 hingga abad 21 sekarang.
Perusahaan periklanan pemerintah disana pun membuat catatan bahwa, “Di Queen’s Head Alley, ada minuman terbaik dari Hindia Barat yang disebut hot chocolate, dijual, dan mudah dalam penyajiannya.”
Resep Paling Sederhana dari Cokelat
Resep minuman yang telah berumur ribuan tahun ini, mulai tersebar ke seluruh dunia. Kita mulai menggemari cokelat. Kemudahan-kemudahannya tidak hanya karena bahan baku cokelat yang makin gampang diperoleh, tapi juga karena resep ini adalah resep paling sederhana untuk menikmati cokelat.Resep hot chocolate pertama kali dibuat oleh suku Maya di Amerika Selatan.
Mereka membuat hot chocolate ini dari campuran biji cokelat yang telah ditumbuk halus, rhubarb (sejenis tumbuhan umbi-umbian), kemudian dicampur dengan air, madu, dan rempah-rempah, seperti kayu manis, cabe, dan vanilla. Dalam penyebaran biji cokelat ke daratan Meksiko, orang-orang yang tinggal di pusat dan wilayah selatan Meksiko, akhirnya jadi memiliki kebiasaan meminum hot chocolate dua kali dalam sehari selama setahun.
Pada hot chocolate nya ada gelembung busa (foam) yang masih terkenal hingga sekarang. Orang-orang Meksiko pun percaya bahwa ‘roh’ minuman ini ada pada foam nya. Gelembung-gelembung busa ini dibuat dengan alat dapur dari kayu yang disebut molinillo. Molinilli [moh-lee-NEE-oh], sejenis alat pengocok minuman cokelat ala meksiko. Resep hot chocolate ala Meksiko dibuat dari cokelat pahit bubuk, gula, kayu manis, garam, vanilla, telur, dan tambahan susu. Semakin banyak peminat hot chocolate di seluruh belahan dunia, resepnya menjadi semakin sederhana.
Dalam perkembangannya, pada kebanyakan restoran/kafe yang menyediakan hot chocolate, menggunakan resep yang terdiri dari cokelat bubuk siap seduh (dalam paket kemasan single), dan bisa ditambahkan susu menurut selera konsumen.
Di daerah Jakarta Selatan, BokaBuka Family Restaurant menyajikan menu hot chocolate dengan resep yang hampir sama. “Kami di sini menyajikan dua pilihan menu hot chocolate. Ada Regular Hot Chocolate dan Chocolatecinno. Regular Hot Chocolate dibuat dari susu coklat murni, dan tambahan Belcolate sekitar 4 sampai 5 keping, lalu di steam, dan dilarutkan. Dan Chocolatecinno, juga sama dari susu cokelat murni dan kepingan Belcolate serta tambahan foam dari susu murni yang putih, dan bubuhan palm sugar di atasnya,” jelas Windu, Operational Manager di BokaBuka Family Restaurant.
Tentang bahan baku cokelat dalam menu hot chocolate di tempatnya, Windu mengatakan, “Namanya, Belcolate. Ini cokelat dari Belgia. Bentuknya ada yang block/batangan, ada juga yang keping begini. Kami lebih memilih Belcolate kepingan karena dalam pemakaiannya lebih efisien. Selain itu, Belcolate kepingan lebih cepat lumer/mencair dan mudah larut daripada yang bentuknya blok. Belcolate ini adalah jenis dark chocolate. Mengandung kadar gula yang rendah. Rasanya memang tidak terlalu manis.”
Jika suatu saat Anda menikmati hot chocolate sendirian, hidangan minuman ini bisa menjadi sahabat dekat yang manis, menyenangkan, dan membuat pikiran kita menjadi lebih tenang. Kalau tidak percaya, silahkan mencoba.
(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah Food & Life Style yang berkantor di Jakarta)
Writer : Ayu N. Andini
Perawatan Kulit dengan Chocolate Body Scrub
Rutinitas yang berjalan setiap hari, tanpa kita sadari telah banyak menyita tenaga, pikiran, dan waktu kita. Banyak hal penting yang bisa lepas dari perhatian kita. Ketika sudah banyak peristiwa lain yang terjadi di depan mata sebagai akibat dari beberapa peristiwa sebelumnya, barulah kita tersadar bahwa waktu telah banyak mencuri. Kualitas pekerjaan di kantor, jam kerja yang padat, tak sempat istirahat, tak sempat mengabarkan orang di rumah kalau hari itu harus pulang terlambat, tak sempat makan karena tiba-tiba ada rapat mendadak, bahkan tak punya waktu yang cukup untuk tidur.
Dari semua kejadian ini, tak banyak yang beruntung dan bisa menaklukkan sang waktu. Sudah demikian banyak gaya hidup yang bisa menjadi pilihan rutinitas. Ada yang dampaknya baik, ada yang dampaknya buruk. Kadang nurani dan akal sehat jarang punya hubungan yang baik. Menurut akal sehat, jika kita ingin meraih karir, maka bekerja keras adalah jurus paling ampuh. Menurut nurani, tubuh tak akan sanggup menampung semua keinginan otak. Ada yang harus dibatasi, demi hal yang lebih penting dan berharga. Disebut : Kesehatan.
Atas nama kesehatan, banyak pula industri jasa yang menyediakan fasilitas dan kemudahan untuk memperoleh gaya hidup sehat. Di tengah hiruk pikuk dan debu di pusat kota Jakarta, ada sebuah pojok ruang tenang yang menyediakan kenyamanan untuk tamu-tamunya. Jika kita melangkah masuk ke Klub and Spa Borobudur yang terletak dalam area Hotel Borobudur Jakarta, suguhan bunyi musik yang lembut mengalun pelan, aroma rempah-rempah tercium wangi, membuat tubuh kita memperoleh relaksasi awal. Suasananya yang tenang dan senyap, ruang-ruang privacy yang bersih dan rapi, para terapis yang ramah dan handal, menyambut kedatangan tubuh-tubuh kita yang penat. Shinta Nurprama Israsari, Public Relations Officer Hotel Borobudur Jakarta, menjelaskan, “Kami punya keunikan tersendiri. Kami menyediakan 6 (enam) threatment single room. Single room, bukan untuk couple. Itu juga untuk menjaga privacy pelanggan. Karena kalau couple, mereka akan lebih banyak ngobrol dan akan membuat proses threatment nya tidak terasa benar-benar rileks. Kalau kita sudah masuk ruang spa di sini, nuansa spa nya akan terasa sekali dan membuat tubuh jadi rileks. Kemudian kami juga menyediakan loker terpisah. Pria sendiri, wanita sendiri. Spa ini juga terbuka untuk umum. Tidak harus jadi member atau tamu hotel, untuk menikmati layanan spa di Hotel Borobudur Jakarta.”
Khasiat Cokelat untuk Perawatan Kulit
Telah banyak dibicarakan oleh para peneliti bahwa cokelat punya banyak khasiat yang baik untuk tubuh kita. Mengonsumsi cokelat, berarti dapat mencegah penyakit jantung dan mengobati sakit perut. Ada cara sehat lain untuk mengonsumsi cokelat, yaitu melalui body threatment. Di Klub and Spa Borobudur, jenis terapi ini disebut dengan Chocolate Body Scrub.
Bahan utama yang dipakai dalam terapi Chocolate Body Scrub adalah cokelat. Mengenai hal ini, Shinta mengatakan, “Bahan utamanya adalah cokelat bubuk yang ditambah sedikit rice powder dan diseduh air hangat. Cokelat bubuk import ini dibuat dari bahan yang kualitasnya bagus. Kami memilih cokelat bubuk yang benar-benar dibuat langsung dari biji cokelatnya. Cokelat bubuk murni dari biji cokelatnya, bermanfaat untuk perawatan kulit dan relaxing.”
Menurut data dari ilmu kesehatan, cokelat mengandung zat yang disebut katekin. Zat inilah yang banyak berperan dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, khususnya pada kulit. Katekin adalah senyawa antioksidan yang dapat mengatasi masalah-masalah penuaan dini pada manusia. Kandungan katekin ini juga ada pada teh dan kopi. Tapi cokelat punya kandungan katekin yang lebih banyak dari keduanya.
Tidak hanya kulit saja yang menjalani proses terapi, tapi menjangkau hingga seluruh tubuh. Kita akan merasakan pijatan yang membuat otot-otot tak lagi tegang, dan tubuh benar-benar menjadi rileks.
Ginger Tea pada Terapi Chocolate Body Scrub
Minuman ini hadir sebagai tahap pertama terapi. Sebagai minuman pengantar yang juga berfungsi untuk membantu proses rileks pada tubuh. Minuman ini punya rasa yang hangat, manis, dan enak. Wangi jahe memang lebih dominan.
Pak Yogi, peracik minuman ini memaparkan resepnya, “Dibuat dari jahe yang dipanggang hingga wangi, dan masukkan ke air mendidih. Lalu masukkan juga sejengkal kayu manis, sedikit pala bubuk, cengkeh, dan gula aren.”
Ginger Tea ini dibuat tanpa membubuhi sedikit pun teh kedalam racikannya. Disebut sebagai ginger tea, karena warnanya yang cokelat gelap seperti teh.
Tahap-tahap dalam Terapi Chocolate Body Scrub:
1. Foot bath. Lebih lazim dikenal dengan sebutan “cuci kaki”.
Yang menjadi istimewa adalah, pada tahap ini kaki kita akan dicuci didalam air hangat yang telah dibubuhi aroma terapi essential oil dengan taburan helai bunga mawar di permukaan airnya. Terapis akan membersihkan kaki kita, sambil memijatnya perlahan-lahan.
2. Minum ginger tea.
Pelanggan disuguhi minuman ginger tea yang hangat dan manis. Disarankan untuk meminumnya karena aroma minuman rempah-rempah ini dapat membantu tubuh menjadi rileks dan mengendurkan otot-otot yang tegang.
3. Chocolate body scrub.
Tubuh dilumuri dengan cokelat sampai merata, di bagian punggung, dada, tangan, hingga kaki sambil dipijat. Berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulti mati dan membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh.
4. Mandi air hangat.
Setelah selesai chocolate body scrub, pelanggang disarankan untuk mandi air hangat. Ini berguna untuk membersihkan sisa-sisa kotoran pada tubuh yang terangkat oleh chocolate scrub tadi.
5. Massage / pijat dengan lima aroma terapi.
Pada tahap ini, tubuh dipijat dengan lima jenis aroma terapi. Relaxing oil, citrus florest, violete garden, rinjani energizing, dan serenity. Berguna untuk melenturkan kulit dan melemaskan otot-otot yang tegang.
“Semua orang yang sudah menjalani terapi chocolate body scrub, kulitnya menjadi lebih cerah, aroma cokelatnya juga menyegarkan tubuh. Jadi berfungsi untuk refreshing juga. Jika tubuhnya benar-benar telah penat, rasanya seperti di re-charge. Tubuh menjadi segar kembali. Ini adalah cara sehat untuk menikmati cokelat,” ujar Shinta menutup pertemuan kami siang itu.
(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah Food & Life Style yang berkantor di Jakarta)
Writer : Ayu N. Andini





