Wednesday, February 21, 2007

Hidangan Spesial Paskah



Hari Paskah menjadi sebuah hari yang dikuduskan dan mulia. Jatuh tepat tanggal 16 April tahun 2006 lalu, Paskah diperingati sebagai Hari Kebangkitan Jesus Kristus yang dirayakan umat Kristiani di seluruh penjuru dunia dengan berbagai cara.

Telur-telur yang dilukis warna-warni, cokelat-cokelat berbentuk telur, kelinci-kelinci dari cokelat manis, serta anak-anak kecil yang sibuk berburu hadiah Paskah di balik semak dan rumpun bunga musim semi, adalah hal-hal yang sering kita temui pada perayaan Paskah. Orang-orang pun saling berkirim kartu ucapan, berkirim bunga, makanan, dan minuman. Hari Paskah, adalah juga hari dimana semua anggota keluarga berkumpul, saling bertukar bingkisan, dan makan siang bersama.

Musim semi, telur, kelinci, dan cokelat, merupakan bagian-bagian dari tradisi perayaan Hari Paskah yang terus hidup hingga sekarang dan memiliki kisah menarik dibaliknya.

Dari semua bagian tradisi ini, Vindex Tengker (seorang executive chef) membuat konsep-konsep menarik untuk hidangan spesial Paskah di Four Seasons Jakarta.

Paskah dan Musim Semi
Keceriaan warna pada perayaan Hari Paskah (Easter’s Day), ternyata punya hubungan yang erat dengan bunga-bunga yang mekar pada musim semi.
Menurut catatan sejarah, ada banyak perkiraan tentang hubungan antara nama “easter” dan kepercayaan kuno orang-orang Anglo-Saxon kepada Dewi bulan dan musim semi yang bernama “eastre, eostre, atau ostar”. Sedangkan Eostora adalah hari suci untuk memperingati Dewi bulan pada saat-saat bulan purnama di musim semi. Lalu gereja pun meletakkan perayaan Paskah (Easter’s Day) pada hari Minggu pertama atau kedua, setelah bulan purnama pertama dan gejala kosmik Vernal Equinox terhadap bumi telah terjadi (terhitung biasa terjadi pada 21 Maret setiap tahunnya, yaitu pada saat posisi matahari berseberangan dengan garis khatulistiwa).

Akhirnya, orang-orang Anglo-Saxon memakai peringatan Dewi Eostre pada bulan pernama pertama di musim semi, yaitu ketika bumi ‘dibangunkan’ memberikan pemandangan hijau serta bunga musim semi tumbuh dan berkembang.

Kemudian nama Dewi Bulan ini dalam bahasa Inggris menjadi ostern atau easter, sebuah sebutan untuk hari suci bagi para umat Kristen. Paskah dan musim semi, punya hubungan yang erat karena Hari Kebangkitan menurut agama Kristen merupakan refleksi/gambaran yang juga tampak pada gejala alam yaitu “kebangkitan alam setelah musim dingin”. Doktrinasi Kristen dan perayaannya pun berjalan bersamaan hingga akhirnya menjadi bentuk tradisi umat Kristen yang sekarang telah tersebar ke seluruh dunia.

“Karena Easter’s Day itu identik dengan musim semi, berarti juga ditandai dengan musim panen buah-buahan, dan ada banyak bunga yang mekar pada musim itu. Yang eksotik dari musim semi ini adalah warna-warnanya yang cerah. Dari segala macam hal, orang akan cenderung banyak berpatokan ke arah itu,” tutur Vindex Tengker menjelaskan latar belakang konsep pilihannya kali ini. Dalam set menu spesial Paskah di Four Season Hotel Jakarta, Vindex banyak menggunakan bahan dari buah-buahan dan sayuran untuk olahan hidangannya. Misalnya untuk menu appetizer, Vindex menyajikan Shredded Smoked Chicken with Tangerine Correander Vinegar.

“Ini dari daging ayam yang sudah diasap, kemudian di suwir, dan ditambah sayuran: wortel, tomat, dan untuk pemanis warna, dibawahnya diberikan mix salad. Disajikan dengan saus tangerine reduction dari cherry vinegar, olive oil, dan mustard. Terakhir, diberi garnish dgn alfafushcrub, sejenis kecambah kecil impor dari Eropa,” papar Vindex.

Kemudian lanjutnya, “Untuk menu utama Paskah, kami pilih hidangan dari daging ikan salmon Norwegia. Disajikan lengkap dengan sauted vegetable yang bahan-bahan dasarnya berwarna cerah. Di sini kami pakai zucchini, wortel, dan paprika. Sedangkan sausnya kami pakai buah cranberry. Ini sejenis buah bery dari Australia. Dicampur dengan buah raspberry dan sedikit white wine.”

Hidangan penutup spesial Paskah pun tak lepas dari bahan baku buah-buahan. Executive Pastry Chef - Four Seasons Hotel Jakarta, I Made Kona menyajikan Chocolate Raspberry Truffle Dome, yang dibuat dari chocolate truffle dengan tiga macam saus, rasa buah mangga, strawberry, dan sari daun mint. Desain tampilannya dibuat sangat artistik. Chocolate truffle nya berbentuk mangkuk tertelungkup dan punggung atasnya diberi garnish buah cranberry merah serta helaian daun mint. Ditepinya diberi hiasan adonan crispy berbentuk daun maple. Dan dalam plate yang sama, dilukis inisial “E” dengan tinta dari cokelat manis yang masing-masing lingkaran kecilnya terisi tiga jenis saus dengan warna kuning, merah, dan hijau.

Tiga macam hidangan spesial ini punya kombinasi warna yang mengambil banyak gambaran dari lukisan musim semi di Eropa. Selain indah dipandang, hidangan-hidangan ini punya rasa dan wangi segar layaknya buah-buahan musim semi.

Telur dan Kelinci di Hari Paskah

Tak ada yang aneh, kalau bentuk telur dan kelinci sering muncul pada hidangan Paskah di Eropa. Telur pun tak hanya menjadi bahan baku makanan saja, tapi juga menjadi hiasan dan aksesori penting pada setiap perayaan Paskah di Eropa dan Amerika.

Sedikit penjelasan yang diperoleh dari beberapa catatan sejarah, bahwa latar belakang mengapa telur dan kelinci menjadi bagian penting di Hari Paskah (Easter’s Day) adalah karena pada zaman Anglo-Saxon, simbol dari Eostre (Dewi Bulan) adalah kelinci. Anggapan ini muncul karena para pemuja Dewi Bulan (Eostre) ini melihat penampakan kelinci pada saat bulan sedang purnama. Dalam perkembangannya, menurut kepercayaan mereka kelinci menjadi lambang kesuburan dan telur adalah simbol kosmik dari sebuah penciptaan.

Telur, dihubungkan dengan istilah “estrus” dan “estrogen” (untuk sebutan hormon perempuan). Berkaitan erat dengan proses reproduksi yang terjadi pada manusia. Telur akhirnya digunakan pada perayaan Paskah karena telur merepresentasikan sebuah kejadian awal dari kehidupan.
Selain banyak dipercaya sebagai simbol kesuburan, menurut kepercayaan orang Mesir Kuno, kelinci pun melambangkan kelahiran dan kehidupan baru. Kedekatan pemahaman simbol ini menyebabkan telur dan kelinci selalu muncul bersamaan pada perayaan Paskah.

Khusus untuk perayaan Paskah tahun ini, Four Seasons Hotel Jakarta menyediakan cokelat-cokelat manis dalam aneka bentuk telur dan kelinci. Nantinya cokelat-cokelat ini akan mengisi berbagai paket hampers (parcel) Paskah di sana. Yudith Nurwulan, Director of Public Relations - Four Seasons Hotel Jakarta mengungkapkan, “Ada banyak variasi isi hampers dengan kisaran harga Rp 525.000,- (++) sampai dengan Rp 675.000,- (net). Bentuknya lebih eksklusif, dan bisa juga dibentuk menurut kreasi pemesannya sendiri. Paket hampers ini sudah tersedia mulai tanggal 10 s/d 16 April 2006.”

Perayaan Paskah di Four Seasons Hotel Jakarta
Ketika ditanyakan tentang paket perayaan Paskah, Yudith menjelaskan lebih rinci, “Utk makanan dan minuman spesial Paskah, kami sajikan di Steak House Four Seasons Hotel Jakarta pada hari Sabtu dan Minggu (15 s/d 16 April 2006). Pada malam paskah (15 april 2006) , hari Sabtu malam, ada 5 set dinner spesial Paskah di sana. Dan hari Minggu siang (16 April 2006), kami membuat acara Sunday Brunch Easter senilai Rp 285.000,- (++) per orang termasuk red/white wine. Ini cukup meriah. Karena biasanya hari Minggu kami selalu ramai pengunjung. Easter’s Day juga ramai sekali di sini. Kami anjurkan untuk melakukan reservasi seminggu sebelumnya. Pada Sunday Brunch Easter, akan ada 13 live cooking station yang berderet tersaji sampai dengan ke ruangan bar. Berbagai menu ada di sini. Ada station sushi, pasta and noodle, peking duck, rib eye, roasted turkey, dan macam-macam dessert yang menarik. Khusus untuk anak-anak, ada paket sunday brunch menu for kids seharga Rp 125.000,- (++). Biaya ini sudah termasuk paket acara egg hunt, game, dan cookies making class. Jadi, ketika orangtuanya menikmati makanan mereka, anak-anaknya kami taking care dengan aktivitas yang menghibur. Tersedia juga hadiah untuk pembuat kue terbaik hari itu. Perayaan Paskah di sini pasti meriah.”


Cookies Making Class, salah satu aktivitas unik di acara Sunday Brunch Easter di Four Seasons Hotel Jakarta. Anak-anak dengan panduan I Made Kona, Executive Pastry Chef – Four Seasons Hotel Jakarta, bebas berekspesi dalam membuat kue dan menghiasnya dengan warna-warna cerah.

“Untuk Cookies Making Class, akan ada aneka kue dengan bentuk dan warna yang bagus-bagus dengan rasa yang juga enak. Namanya, Kiddy Easter’s Cookies Decorating. Adonannya dibuat dari campuran telur, mentega, gula halus, tepung terigu, vanilla essence, dan chocolate chips. Didekor dengan glaze royal icing (dari putih telur dan lemon juice) yang diberi aneka warna. Kalau melihat warna-warni adonan penghias kue ini, anak-anak akan senang membuatnya,” ungkap I Made Kona.

Dan kita tidak perlu cemas karena semua bahannya aman untuk dimakan. “Tak ada bahan campuran yang tak bisa di makan, untuk menu makanan di sini. Untuk acara Cookies Making Class, kami memilih untuk memakai bahan cokelat murni,” tegas Yudith.

Kebahagiaan dan keceriaan di Hari Paskah akan selalu memberi warna-warni pada hidup manusia di dunia. Perbedaan iklim, tempat, dan tradisi, tidak menjadi halangan untuk memilih Hari Paskah sebagai hari istimewa bagi Anda dan keluarga yang ingin merayakannya.



Writer : Ayu N. Andini
Photo by Ayu N. Andini
Ket. Foto : Shredded Smoked Chicken with Tangerine Coreander Vinegar

Thursday, January 25, 2007

Menikmati Setiap Sudut Pangkalpinang




Menurut dinas pariwisata setempat, kota Pangkalpinang sejak ratusan tahun ditempati oleh etnis Tionghoa. Oleh sebab itu objek wisata yang ada disana juga tak lepas dari sejarah dan budaya Tionghoa. Berdasarkan catatan sejarah, tahun 1848 penduduk etnis ini berjumlah sekitar 1.867 jiwa dan pada 1920 bertambah menjadi 15.666 orang, artinya 68,9 % dari seluruh penduduk kota pada waktu itu.

Dengan latar belakang sejarah demikian, wajar kalau Pangkalpinang dan peduduknya juga kental bernuansa tradisi peninggalan kekaisaran Tiongkok di Asia Timur. Disana tersebar aneka bangunan khas pecinan, seperti kelenteng yang menjadi tanda bahwa tradisi lokal masih melekat hingga sekarang. Berbagai upacara adat pun hingga kini masih lestari dan diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu. Kondisi ini membuktikan bahwa sejak berabad silam, pembauran antara etnis Tionghoa dengan Melayu berlangsung baik di kota ini khususnya dan Pulau Bangka secara keseluruhan.

Salah satu tempat yang kerap dikunjungi para wisatawan di Pangkalpinang adalah Kelenteng Kwan Tie Miaw. Kelenteng tertua di Bangka ini, berada masih di pusat Kota Pangkalpinang. Pada setiap perayaan Imlek, kelenteng ini penuh sesak oleh orang-orang yang hendak memanjatkan doa seraya membawa berbagai barang persembahan.

Beberapa upacara adat lokal, juga menarik perhatian wisatawan, antara lain “Peh Cun”, yaitu sebuah tradisi masyarakat Tionghoa untuk menghormati mendiang seorang bangsawan yang amat dicintai rakyat, bernama Qu Yuan. Upacara ini biasanya dilaksanakan di Pantai Pasir Padi setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.

Tempat lainnya yang juga sering dijambangi sekaligus mengingatkan kita pada abad ke-18 adalah Museum Timah Bangka. Di dalam museum ini terpapar catatan sejarah pertambangan timah Bangka dari awal ditemukan hingga perkembangan industrinya sekarang.


Pantai Favorit
Selain objek wisata sejarah dan budaya, Pangkalpinang juga memiliki objek wisata pantai yakni Pantai Pasir Padi yang terletak di Kecamatan Bukit Intan. Pantai ini mudah dijangkau, cuma butuh 30 menit dengan kendaraan bermotor dari pusah kota.

Kelebihan pantai ini antra lain pantainya landai dan cukup panjang sehingga pengunjungnya bisa puas bermain di sepanjang pantainya hingga jauh. Bentangan pantainya ke laut mencapai lebih-kurang 7 meter. Oleh karena itu ombaknya yang sampai ke tepi pantai hanya berupa riak kecil dan pelan. Sedangkan angin lautnya bertiup kencang ke arah daratan, sehingga kerap dimanfaatkan oleh para penggemar layang-layang.

Pantai berpasir coklat dan bersih ini menjadi lokasi favorit bagi semua umur. Disana kerap terlihat sejumlah anak asyik bermain di bibir pantai, berlarian, membangun istana pasir dan sebagainya. Kawula muda disana juga menjadikan pantai ini sebagai salah satu tempat tongkrongan. Pada akhir pekan atau hari libur, pantai ini semakin ramai pengunjungnya. Jangan heran kalau sampai ada mobil atau sepeda motor yang bebas mondar-mandir di tepian pantainya.

Di sekitar pantai tepatnya di tepi jalan beraspal, terdapat deretan saung kecil yang digunakan pedagang menjajakan aneka makanan dan minuman ringan. Salah satu minuman favorit di sana adalah air kelapa muda segar.

Kalau ingin menikmati keramaian Kota Pangkalpinang, datang saja ke seputar wilayah Pasar Pembangunan yang oleh warga setempat lebih dikenal dengan sebutan “Pasar Besar”. Di tempat ini segala jenis barang kebutuhan diperjualbelikan, ada aneka sayur mayur, ikan segar, pakaian hingga barang elektronik. Di lokasi ini juga terdapat deretan penjaja makanan khas Bangka.


Pusat Niaga
Letak Pangkalpinang yang sangat strategis di bagian timur Pulau Bangka, membuatnya selalu ramai dikunjungi orang baik wisatawan, pebisnis, dan sebagainya dari berbagai penjuru. Sarana angkutan masal di kota ini cukup memadai, misalnya Bandara Depati Amir yang terletak di ujung paling timur Kota Pangkalpinang, memiliki jangkauan jalur transportasi pesawat terbang yang didukung lebih dari 4 maskapai penerbangan se-Indonesia. Dengan luas wilayah 89,40 km2, kota ini berfungsi sebagai pusat pengembangan pembangunan yang meliputi pusat pemerintahan, kegiatan politik, perniagaan, industri, pendistribusian barang, jasa, pelayanan kesehatan, pusat pendidikan, dan lain-lain.

Jalan-jalan di seputar Kota Pangkalpinang cukup menyenangkan. Kondisi lalu-lintasnya lancar, boleh dibilang tak pernah macet. Didukung oleh sarana transportasi umum dengan terminal kota di dekat "Pasar Besar" yang melayani beberapa rute angkutan dalam kota. TC Ayu/Berbagai sumber


Tips Perjalanan:
Pulau Bangka berada di jalur strategis dan internasional antara Singapura dan Jakarta. Mudah mencapainya. Lewat laut dari Jakarta ke Pelabuhan Belinyu dan Pangkal Balam. Via udara dengan pesawat udara, antara lain Sriwijaya Air yang terbang setiap hari ke bandara Depati Amir yang berjarak sekitar 40 km dari Kota Sungailiat. Dari Bandara Depati Amir menuju pusat Kota Pangkalpinang, dapat ditempuh dengan kendaraan umum sekitar 30 menit. Kalau ingin ke Pantai Pasir Padi, ambil jalur yang menuju ke Air Itam. Jaraknya sekitar 30 menit dari pusat kota.

Angkutan umum dalam kota yang tersedia, ada 5 jalur. Pangkalpinang-Air Itam dengan angkutan kota (angkot) berwarna hitam, Pangkalpinang-Mentok angkot hijau, Pangkalpinang-Pangkalbalam angkot merah, Pangkalpinang-Bandara Depati Amir angkot kuning, dan Pangkalpinang-Selindung dengan angkot warna biru. Tarif penumpang hanya berkisar Rp 2.000-Rp 3.000 per orang.

Untuk pergi ke daerah Sungailiat atau Koba, penumpang bisa memilih kendaraan umum yang disebut “Pownis” atau mobil colt. Jarak tempuhnya sekitar 2-3 jam dari terminal Pangkalpinang. Tarifnya cukup murah, hanya Rp 5.000, pengunjung bisa diantar sampai ke tempat tujuan. Pownis adalah salah satu kendaraan umum milik penduduk di Bangka. Kapasitas Pownis bisa menampung 31 orang. Selain itu ada bentor atau becak motor yang biasa digunakan untuk mengakut orang dan barang. Harganya bervariasi sesuai jarak tempuhnya. Tarif dalam kota biasanya berkisar antaraa Rp 3.000,- s/d Rp 5.000,-per orang.


(Tulisan ini telah dimuat di majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)


Writer: Ayu N.Andini
Photo by Ayu N. Andini
Ket. Foto: Judul "digging" --kawasan wisata Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Bangka.



Monday, January 22, 2007

Melongok Kampung Melayu Tuatunu



Sejarah mencatat, pembentukan kampung-kampung di Pulau Bangka telah dimulai sejak diberlakukan kebijakan pemerintah Kolonial Belanda pada awal abad ke-18, tentang pembukaan jalur-jalur jalan yang menghubungkan beberapa distrik pertambangan timah. Bentuk perkampungannya mirip dengan perkampungan yang kita jumpai sekarang.

Rumah-rumah penduduk dibangun berderet di tepi-tepi jalan yang menghubungkan antara distrik pertambangan timah yang satu dengan yang lain. Hal itu dimaksudkan agar pengawasan terhadap aktivitas penduduk oleh pihak Kolonial Belanda menjadi lebih mudah.

Ketika terjadi perlawanan yang dipimpin Depati Amir, tentara belanda membentuk kampung-kampung yang serupa dengan Kampung Tuatunu. Pihak penjajah sengaja membuat perkampungan yang letak rumah-rumahnya tak menyebar terlalu jauh. Tujuannya agar para pribumi sulit melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Drs. Akhmad Elvian, Kampung Melayu Tuatunu termasuk dalam Simpul C, yakni sebuah rancangan program pengembangan dan pelestarian wisata sejarah dan budaya di Kota Pangkalpinang.

Bentuk Khas
Sesungguhnya, rumah adat khas Kampung Tuatunu tampak seperti rumah panggung biasa. Pondasinya berupa tiang kayu yang terpancang dan disemen pada tiap dasarnya. Seluruh dindingnya terbuat dari kayu Nyatoh atau Meranti Merah yang pohonnya banyak tumbuh di wilayah kampung ini. Dulu, atapnya terbuat dari daun rumbia, tapi belakangan banyak yang menggunakan genteng. Hanya bagian atap depan rumah saja yang ditambah dengan tumpukan daun rumbia.

Yang membedakannya dengan rumah kebanyakan adalah “pintu penanggung malu” yang ada hampir di setiap rumah. Disebut demikian, karena pintu itu dapat menyelamatkan penghuninya dari rasa malu. Pintu itu digunakan oleh penghuni rumah, ketika ada tamu datang sementara tuan rumah tak punya suguhan yang layak. Lewat pintu yang letaknya di bagian belakang rumah itulah sang tuan rumah keluar untuk meminjam atau membeli suguhan bagi tamunya. Ini dilakukan agar tamunya tidak tahu bahwa sesungguhnya sang tuan rumah sedang kesulitan memberi suguhan di rumah sendiri.

Tradisi Mandi di Sungai
Selain bentuk rumah yang unik, penduduk asli di Kampung Tuatunu juga punya kebiasaan atau tradisi yang beda, yakni mandi bersama di sungai. Dan menurut beberapa warganya, mereka memang lebih senang mandi bersama di sungai daripada di rumah. Oleh karenanya setiap pagi warganya berbondong-bondong berjalan menuju ke sungai kecil yang mengalir di dekat kampung. Tradisi ini mengingatkan kita akan kondisi beberapa tempat di Bali pada era tahun-70-an, dimana ketika itu warganya juga biasa melakukan mandi bersama di sungai berair jernih.

Tradisi mandi bersama di sungai menjadi saat-saat menyenangkan bagi warga Kampung Tuatunu. Di tempat pemandaian alami itulah tali persaudaraan dan persahabatan mereka sebagai sesama warga menjadi semakin kuat. Bagi para ibu, mandi bersama di sungai sekaligus menjadi tempat untuk saling bercengkerama dan berbicara tentang apa saja. Sementara bagi anak-anak, menjadi tempat bermain yang menyenangkan. Sungai kecil itu kiranya menjadi saksi bisu segala macam proses komunikasi dan sosialisasi bagi penduduk Kampung Tuatunu.

Tips Perjalanan:
Kampung Tuatunu terletak di bagian barat Kota Pangkalpinang (Pulau Bangka), menempati wilayah sekitar 2.500 hektar. Di sekitarnya masih terdapat rawa. Dari hasil penelitian, didapati bahwa kondisi tanah di perkampungan Tuatunu mempunyai Ph rata-rata dibawah 5 sehingga cocok untuk ditanami pohon karet, lada, dan palawija.

Jaraknya dari pusat Kota Pangkalpinang sekitar 15 menit dengan angkutan umum. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Buah nanas merupakan salah satu hasil perkebunan warga Kampung Tuatunu yang kerap dijadikan buah tangan oleh pengunjung usai menjambanginya.

Di perkampungan yang dihuni oleh etnis Melayu dengan mayoritas muslim, terdapat mesjid tua yang bangun tahun 1928. Masjid Al-Mukarrom ini masih menjadi tempat ibadah yang ramai didatangi hingga sekarang.


(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah wisata yang berkantor di Jakarta)



Writer : Ayu N. Andini
Photo by Ayu N. Andini
Ket. Foto: Judul "Sendiri" di Pantai Pasir Padi, Pangkalp Pinang, Pulau Bangka.

Wednesday, January 17, 2007

Nikmati Lempah Kuning dan Jongkong Selagi di Bangka


"Ambi’ belacen, garam, cabe kecit, Kite ngelempah, kite ngelempah, lempah darat.Pucuk ided, alar keladi, Hai lempah darat.”

Itulah lirik lagu Lempah Darat yang ditembangkan Zikri, second chef Pelangi Restaurant, Parai Beach Resort & Spa saat membuat salah satu makanan khas Bangka ini. “Kalau ingin tahu resep menu Lempah Darat, coba saja dengar lagunya. Lagu Lempah Darat,” ujarnya.

Resep original Lempah Darat terdiri dari beberapa sayuran seperti pucuk ided (daun-daun muda dari sejenis pohon liar yang tumbuh di hutan Pulau Bangka), dan alar keladi (tunas keladi). Tapi masyarakat di sana kadang menggunakan jenis sayuran lain seperti kacang panjang, kacang butur (sejenis kecipir), terong kancing, dan kerupuk ikan mentah yang dimasukkan ke dalam air rebusan berbumbu. Yang menjadi kekhasan makanan berkuah ini selain asam Jawa adalah bumbunya yang disebut belacan atau yang dikenal dengan terasi Bangka. Belacan ini terbuat dari udang laut segar. Kualitasnya tak perlu diragukan lagi sebagai terasi yang paling sedap untuk dijadikan bumbu masakan. Rasa dan aromanya tajam dan akan lebih sedap kalau dicampur dengan bumbu lain. Menurut tradisi masyarakat disana, Lempah Darat sebagai main course (menu utama) khas Bangka biasanya disantap dengan lauk ikan asin dan nasi putih hangat.

Selain itu ada Lempah Kuning. Kalau Lempah Darat menggunakan banyak bahan yang terdapat di daratan, sebaliknya Lempah Kuning memakai bahan yang datang dari kekayaan laut Bangka-Belitung. Ikan kakap merah yang jadi bahan utamanya, menjadikannya menu ini disebut Lempah Kuning Kakap Merah. Rasa sop ikan ini asam segar dan gurih. Lebih enak disantap selagi masih hangat. "Bumbunya terdiri dari laos, kunyit, bawang putih, bawang merah, cabe, terasi, dan asam," ungkap Zikri.

Ada lagi Ikan Tenggiri Bakar yang disajikan lengkap dengan sambal kecap dan sambal belacannya. Menu ini dibuat dari bahan dasar ikan tenggiri segar yang diberi perasan air jeruk nipis dan diolesi beberapa campuran bumbu sebelum nantinya dipanggang di atas bara. “Ini diambil dari resep asli Bangka. Aslinya, ikan ini hanya diolesi garam dan merica. Tapi di restoran kami ditambah beberapa bumbu lain seperti jahe, daun jeruk, dan daun bawang yang semuanya dicincang tipis lalu campurkan dengan minyak sayur agar lebih sedap. Setelah ikan diberi perasan air jeruk nipis, lalu ditaburi merica dan garam. Terakhir, daging ikan diolesi dengan campuran bumbu cincang,” terang Zikri.

Sambal belacannya menggunakan bahan cabe kecit (cabe rawit), bawang merah, bawang putih, dan sedikit belacan. Semua bahan itu dipanggang lalu ditumbuk jadi satu dan ditambahkan sedikit gula pasir. Ikan tenggiri berdaging putih tebal yang gurih, berpadu dengan sambal belacan yang pedas dan setangkup nasi hangat, tentu jadi santapan utama yang patut dicoba.

Setelah menyantap menu utama, coba cicipi Jongkong sebagai penutup. Penganan manis asli Bangka ini terbuat dari campuran tepung beras yang diberi sedikit air, kapur sirih, dan garam. Adonan tepung beras ini kemudian dimasak hingga matang dan mengental. Pada permukaannya yang terasa manis, tampak butiran bening gula pasir dan lelehan palm sugar. Jongkong bisa dinikmati sebagai makanan tak kenal waktu dan cuaca. Dengan segelas minum teh pahit atau kopi hangat, kenikmatan jongkong lebih terasa. TC Ayu

Tips Perjalanan :
Mau menikmati Lempah Darat, Lempah Kuning Kakap Merah, Ikan Tenggiri Bakar, dan Jongkong saat berada di Bangka? Tak usah bingung! Datang saja ke Pelangi Restaurant yang berada di Kawasan Parai Beach Resort & Spa, Sungailiat, Bangka. Lempah Kuning Ikan Kakap dan Ikan Tenggiri Bakar yang ada disana, masing-masing per porsinya cuma Rp 55 ribu. Kenikmatan dan kekhasannya yang didapat pasti membuat kunjungan anda di Bangka jauh lebih lengkap. Coba saja!


(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)


Writer: Ayu N. Andini
Photo by Ayu N. Andini
Ket.Foto: Senja di Pantai Matras, Bangka.

Tuesday, January 16, 2007

Please Come Into My Culinary World !!


Antusias! Itu yang saya tangkap dari keceriaan anak-anak di Le Petit Chef (intensive class) -- Chezlely Culinary School. "Please come into my culinary world !!!" ucap mereka.


Photo by Ayu N. Andini

Berlibur di Sekolah Kuliner

Musim liburan, banyak orang yang selalu bingung untuk menentukan akan kemana mereka berekreasi. Tidak sedikit pula beberapa tempat yang populer sebagai lokasi destinasi setiap liburan, akan penuh sesak. Liburan, adalah saatnya untuk mencari pilihan-pilihan lain yang berbeda dengan rutinitas keseharian. Lazimnya disebut : refreshing. Dan jika tempat ini punya karakter dan bobot nilai edukatif, kenapa tidak?

Ada banyak aktivitas yang bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu luang dan musim liburan. Beberapa orang akan mengambil macam-macam kursus singkat yang punya nilai fungsi berkesinambungan. Misalnya, kursus memasak. Ini tidak terbatas kepada para ibu-ibu dan kaum perempuan saja. Siapa saja bisa mencoba untuk melakukannya. Terlebih jika aktivitas ini adalah aktivitas pilihan yang tidak menjadi bentuk kebiasaan. Belajar memasak, tidak hanya untuk memperdalam keahlian saja, tapi juga memahami apa saja makanan terbaik yang bisa disajikan kepada diri dan keluarga.

Bagi anak-anak, ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Belajar untuk mengetahui dan memahami makanan-makanan favorit mereka, sekaligus “mengenal” kegiatan memasak, adalah salah satu pilihan pengisi liburan. Sebuah kegiatan rekreasi dengan bobot nilai yang edukatif.

Salah satu tempat yang menyediakan fasilitas tersebut, bertempat di Chezlely Culinary School. Sekolah kuliner yang berlokasi di Lebak Bulus – Jakarta Selatan ini, sejak tahun 2005 telah dibuka untuk siapa saja yang ingin terlibat di dunia kuliner.

Lely Purnama Simatupang (pendiri dan pemilik Chezlely Culinary School), menuturkan bahwa secara umum menurut hasil survey yang dilakukannya didapati bahwa kursus khusus memasak, terbagi dalam dua karakter. Pertama, kursus untuk penggemar masak. Istilahnya amatir. Kelas amatir ini banyak diminati oleh para ibu rumah tangga, dan para pemula yang ingin membuka usaha restoran, atau mulai menjual aneka kue. Sedangkan untuk kelas profesional, termasuk dalam kategori kedua.

“Itu biasanya ada dalam institusi-institusi pendidikan formal seperti NHI-Bandung, sekolah-sekolah perhotelan di Jakarta, dan lain-lain. Mereka banyak mempelajari ilmu-ilmu perhotelan, tidak terlalu detail membahas mengenai kuliner. Chezlely Culinary School sebenarnya dibuka untuk memenuhi kebutuhan dua kategori kursus tersebut. Semua orang dengan aneka latar belakang pendidikan, bisa ikut belajar di sini,” papar Lely.

Konsep Khas Chezlely Culinary School
Tempat ini menyiapkan konsep yang dirancang sesuai dengan kebutuhan peserta kursus. Untuk kategori kelasnya, terbagi dalam dua kelompok besar. Le Cuistot, untuk kelas dewasa. Kelas ini terdiri dari dua kategori. Amatir dan profesional. Untuk kelas amatir, biasanya diminati para pemula dan penggemar dunia kuliner. Sedangkan untuk kelas profesional, banyak dikuti oleh orang-orang yang ingin lebih serius terlibat di dunia kuliner, sebagai pengusaha, pengelola restoran, dan chef profesional.

Sedangkan kelompok Le Petit Chef, adalah kelas khusus untuk anak-anak usia 5 s/d 13 tahun. Kelas ini terbagi juga dalam dua kategori, kelas amatir dan kelas intensif. Yaitu kelas khusus untuk anak-anak yang benar-benar berminat dan serius menekuni bidang kuliner. Baik kelas amatir yang hanya belajar dalam sehari (short course method), maupun kelas intensif yang ditempuh selama 10 kali pertemuan setiap minggunya, dua kelas ini sama-sama banyak peminatnya.

Mengenai konsep edukatif di sana, Lely menjelaskan panjang lebar, “Untuk kelas amatir pun, kursusnya didesain untuk bisa melihat sesi demo. Sambil melihatnya, peserta didik bisa bertanya sebanyak-banyaknya melalui sesi demo ini. Setelah itu mereka mempraktekkannya sendiri-sendiri. Tentu saja, tetap dalam bimbingan pengajar yang juga mengawasi dan menemani mereka. Desain untuk kategori dewasa dan kelompok anak-anak, dikonsep hampir sama bentuk. Hanya bobot materi-materinya saja yang dibedakan. Misalnya untuk anak-anak, kami berangkat dari konsep “I like to eat”. Karena suka makan, maka mereka juga ingin menyediakannya. Anak-anak bisa lebih paham dan lebih dekat dengan makanan-makanan kesenangannya. Pizza, Apple Pie, Brownies, Little Fairy Cake, dan lain-lain. Mereka bisa belajar dan bermain sambil berkreasi.”

Didukung oleh para pengajar profesional, kelengkapan peralatan dan fasilitas yang dibuat dengan standar internasional, serta suasana kursus yang nyaman, tak sedikit orang memilih tempat ini untuk memperluas wawasan dan pengetahuan. Walaupun kegiatan ini dilakukan pada saat-saat liburan maupun pada waktu-waktu luang.

Lebih Dekat dengan Dunia Kuliner
Untuk bisa lebih mengenal dunia kuliner, tak hanya perempuan yang punya tempat khusus di dalamnya. Tempat ini terbuka luas untuk siapa saja yang ingin “berkenalan” dengan dunia kuliner. Biaya kursusnya pun relatif murah.

Para peserta didik, akan mengenakan seragam khas chef di tempat ini. Topi chef yang berdiri tinggi, diberikan untuk para peserta yang mengikuti kelas amatir (short course method), sedangkan untuk kelas intensif dan profesional, mengenakan topi yang bentuknya lebih membulat dengan ukuran yang lebih rendah.

Suasana yang dibangun, menjadi cukup menarik. Bagi anak-anak dan orang-orang dewasa yang belum terbiasa dengan seragam ini, akan membuat mereka semakin merasakan benar-benar sebagai chef professional, dan sesi belajarnya pun menjadi lebih terasa. Benar-benar berada di dapur dengan seluruh peralatan standar internasional dan aman untuk digunakan oleh anak-anak maupun dewasa.

Pelajaran kursus biasanya diawali dengan kelas demo. Berkas-berkas resep dibagikan kepada setiap peserta kursus. Pada sesi ini, peserta akan mendapat banyak paparan dan panduan sekaligus melihat cara memasak berikut dengan tips-tips praktisnya. Selain mencicipi makanan hasil demo dari pengajarnya, peserta pun punya kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi.

Setelah itu, peserta diperkenankan mengenakan pakaian khusus untuk masuk ke kelas praktek. Celemek, lap, dan topi chef, adalah perangkat “belajar” di kelas ini. Sedangkan segala macam peralatan yang dipakai untuk mengolah makanan dari mulai tahap persiapan bahan, mengolah hingga matang, dan disajikan dalam plate menarik, semuanya menjadi tanggung jawab pihak Chezlely Culinary School. Tempat ini juga menyediakan bahan-bahan makanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan daftar menu yang akan dibuat.

Jika hidangan telah matang, ada sesi ‘menghias’. Maka, jadilah memasak sebagai kerja kreatif yang sempurna. Menyenangkan sekaligus mengenyangkan. Untuk sendirian, ataupun dinikmati bersama-sama, tak jadi soal. Tapi liburan kali ini, telah terisi dengan hal baru yang menambah wawasan pengetahuan.

(Tulisan ini telah dimuat di majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)


Writer : Ayu N. Andini

Friday, January 12, 2007

Passion and Romance Dessert Platter


Mmmm...yummy...! Rasanya seperti cinta. Ada manis, ada wangi, ada asam, ada gurih, ada getir....tapi sedap. Seperti cinta juga. Sedap untuk dirasa.


Photo by Ayu N. Andini

Ungkap Cintamu dengan Menu-menu Valentine's Day

Hari Kasih Sayang sudah jadi tradisi yang mendunia. Jatuh tanggal 14 Februari bertepatan dengan sejarah wafatnya pendeta Valentinus yang menjadi salah satu tokoh oposisi dari kebijakan kerajaan Roma. Menjelang hukuman matinya, ia menulis surat yang ditujukan untuk kekasihnya, seorang perempuan buta anak sipir penjara yang diajarkan baca tulis selama pendeta Valentinus dikurung dalam penjara hingga ajalnya menjemput. Surat dengan akhir ucapan : “from your valentine”.

Jauh sebelum itu, pada jaman kerajaan Roma, tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari penghormatan untuk dewi Juno, dewi pelindung perempuan dan perkawinan, sekaligus Ratu dari para dewa dan dewi di Roma. Sehari setelahnya, diadakan perayaan untuk penghormatan kepada dewi Juno, dengan nama Festival of Lupercalia.

Lotre Cinta, salah satu komponen penting dari perayaan ini. Para gadis menulis namanya pada selembar kertas dan memasukkannya pada sebuah guci. Dan para perjaka, mengambil lotre dan mendapatkan nama gadis yang akan menjadi pasangan kencannya sepanjang acara festival tersebut. Dalam perkembangannya, pihak gereja di Roma melibatkan diri untuk mengubah nuansa erotik dari Festival of Lupercalia ini, menjadi nuansa yang lebih romantis.

Hingga akhir abad ke-18, para kaum bangsawan dan kerajaan di jaman Victoria saling berkirim kartu ucapan yang disertai macam-macam bingkisan, kain satin, bunga, daun berwarna kuning keemasan, lukisan tangan, bahkan bingkisan parfum sachet.
Dan sekarang, Valentine’s Day diperingati dengan meneruskan beberapa tradisi. Berbagi cinta, berbagi bingkisan, dan berkirim kartu ucapan yang juga menulis kata-kata : …” from your valentine”.


Love? Say it with Food.
Kebiasaan yang dilakukan untuk mengingat Valentine’s Day hingga sekarang, adalah membangun mood untuk membagikan rasa cinta kasihnya kepada pasangan hidup, orang tua, kerabat dekat, sahabat, dan bahkan kepada orang-orang yang berpapasan ketika berjalan pulang ke rumah. Momen ini juga menjadi ‘mata kail’ untuk memancing orang-orang datang ke tempat-tempat bernuansa romantis.

Beberapa pemilik toko bunga, toko souvenir, beberapa toko kue, bahkan restoran, kafe, dan hotel, seperti berlomba membuat desain terbaik untuk menyambut Valentine’s Day. Semakin banyak pilihan yang disediakan untuk mengungkap cinta. Tidak hanya melalui kiriman kartu ucapan, dan buket-buket bunga. Ungkapkan cinta lewat makanan. Karena indera pengecap rasa akan langsung mengirim kesan-kesannya kepada otak dan kita akan menyimpan kesan ini dalam memori ingatan. Dari lidah, bisa langsung ke hati. Karena bagaimana pun, rasa cinta bisa membangun semua hal menjadi semakin indah dan lezat.

Inter Courses dari Margaux Restaurant
Nuansa romantis yang dibangun di Margaux Restaurant, tidak hanya dari desain dekorasi ruangan yang serba temaram dengan candle light. Dengan nama “Inter Courses” pada Valentine’s Days dinner set menu, Robert James Blackborough, Executive Chef Shangri-La Hotel Jakarta mengantarkan tamu untuk menikmati hidangan dan mengingat momen istimewa ini.

Inter courses, banyak dipakai dalam ilmu seksologi sebagai sebutan lain dari hubungan intim. Hubungannya dengan menu, sangat erat. Sebab jika dilihat dari jenis makanan yang dihidang dalam set menu ini, terdapat tiga jenis makanan yang dikenal sebagai makanan pembangkit ‘gairah’. Menu dari kerang, daging kambing, dan cokelat.

“Inter Courses ini juga menjelaskan bahwa Valentine’s Day Dinner Set Menu terdiri dari beberapa courses. Menekankan pada kualitas dan tingkat kesulitan dalam membuat makanan. Karena bentuknya kecil-kecil, jadi pengerjaannya sangat intens dan detail. Akan ada 8 makanan yang disajikan untuk set menu Valentine’s Day”, ujar Johan Kusnadi, Chef de Partie, Margaux Restaurant.

Menu-menu disusun dari mulai appetizer, main course, dan dessert. Uniknya dari fine dining ala Perancis di Margaux Restaurant, disajikan menu yang disebut amouche bouche. Menurut adab makan ala Perancis, amouche bouche disajikan sebelum tamu menikmati hidangan appetizer. Untuk Valentine’s Day set menu ini, Cured Ocean Trout with Blue Swimmer Crab, Apple, Buerre Bosch Pear and Capers sebagai menu amouche bouche. Slize daging ikan trout mentah yang digulung dengan isi campuran mayonnaise dan irisan wortel, apel, dan buah pir.

Setelah amouche bouche, beralih ke sajian sop hangat Balmain Bug Tail, Tasmainian Iced Oyster and Monkfish in Saffron Consomme. Masuk ke menu hot appetizer, Robert James Blackborough menghidangkan Millefeule of Desire Potato with Mushroom Fricasse. Johan Kusnadi memaparkan , “Kentang ini di slize dulu, terus di convy (dimasak pelan), sekitar 2 jam, sesudah matang di press lagi. masukkan ke oven dan dimasak lagi sekitar 3 jam. Chef Robert ingin membuat hidangan yang intens dan ini pekerjaan yang detail sekali. Kentangnya bukan yang asal goreng saja, karena rasanya beda. Kentang yang ini garingnya sampai ke dalam. Menu ini juga pakai jamur. Ini jamur morel dari Australia. Di dalamnya juga ada jamur shiimeji dari Jepang, dan mushroom fricassee. Semacam saus yang kekentalannya ada diantara saus sop yang light, dan saus biasa yang kental banget, nah ini namanya fricasse.”

Sebelum masuk ke menu utama (main cours) disajikan Pink Champagne Sorbet, sejenis hidangan es krim yang diselipkan untuk pengantar ke menu utama. Masih ada lagi hot appetizer setelah selipan hidangan es krim ini. Hare Pastilla, Baby Carrot confitt with Fig compote and Truffle esense. Menu ini dibuat dari bahan daging kelinci liar (wild rabbit).
Masuk ke menu utama, disini tersedia dalam dua pilihan. Menu dari daging kambing : Olive and Porcini crusted Lamb Loin, Eggplant Fondue, Potato gratin and Ratatoullie Jus, atau menu dari ikan barramundi: Crispy Skinned Barramundi scented with Lime and Thyme with Zucchini Flower. Lobster and Vanilla Foam.

Aphrodisiac Menu dari Ambiente Italian Restaurant
Valentine’s Day juga tak lepas dari ingatan dari sebuah restoran bergaya Itali di jantung kota Jakarta. Ambiente Italian Restaurant menawarkan konsep menu Valentine’s Day dengan tema “aphrodisiac menu”. Toby J. Dale, executive chef dari Ambiente Italian Restaurant, mengungkap, “On Valentine’s Day, every man want to make every woman to happy and enjoy this moment. So we give the special set menu. This all is an aphrodisiac menu.”

Aphrodisiac menu, istilah yang dipakai untuk menamakan makanan-makanan pembangkit gairah seks. Tidak lepas dari kerang, daging kambing, dan coklat. Set menu valentine’s day di Ambiente Italian restaurant dibuka dengan hidangan dari kerang : Gratinated Oysters on Spinach served with Baby salad and walnut dressing. Kerang yang di pangang dengan filling daun bayam dan bawang serta siraman Hollandisse sauce diatasnya. Disajikan lengkap dengan salad dan walnut dressing.

Hot appetizer desain Toby khusus untuk Valentine’s Day kali ini, adalah Ravioli stuffed with chicken and mushrooms flavored with sage and served on Beetroot butter sauce. Konsep menu khas Italia ini, punya penampilan menarik. Pasta Ravioli yang disajikan dengan bentuk hati, dan diberi siraman Beetroot butter sauce dengan variasi saus berwarna pink rose dan garnish cantik dari wortel.

Untuk menu utama, ada dua pilihan yang ditawarkan. Herb and shallot crusted Snapper with scallop and Spinach sauce on crisp lemongrass risotto cake, atau Duo of Veal and Lamb with honey and coffee bean crust with saffron sauce and red wine sauce served on Green asparagus and Buttered tomato fettuccini. Pilihan keduanya, punya cita rasa yang unik. Menu dengan dua potong daging. Daging sapid dan kambing. Pada bagian atas dari potongan daging kambing, diberikan taburan biji kopi matang yang dimasak dengan madu manis. Ditepinya, ada fettuccini dengan warna pink rose yang didapat dari resapan sari buah tomat. Side vegetable pada plate yang sama, terhidang dua potong asparagus. Terakhir, diberi siraman saus ala spanyol : saffron sauce juga saus khas untuk hidangan daging merah: red wine sauce.

Dessert khas Ambiente Italian Restaurant diberi nama Passion and Romance Desert Platter. “For the dessert, I give the strawberry and chocolate, because ladies are very like the strawberry and chocolate. I think, this menu can make them happy and enjoy on Valentine’s Day. The passion is the name for chocolate, and the romance is strawberry”, ucap Toby J. Dale. Dengan siraman Baileys coffee sauce, bisa membuat Anda tetap terjaga untuk menikmati moment romantis di Ambiente Italian Restaurant - Arya Duta Hotel Jakarta.

“Untuk fine dining di Ambiente Italian Restaurant, set up nya sangat romantis dengan candle light dinner. Ini cocok buat couple atau pasangan-pasangan yang ingin merayakan momen Valentine’s Day di sini. Untuk Ambiente Italian Restaurant, kami memberikan Rp 750.000,- nett untuk tiap pasangan (dua orang) termasuk gift berupa cokelat praline, dan bunga sedangkan untuk yang ingin merayakan di Tavern, Rp 550.000,- nett per dua orang termasuk gift away juga,” papar Debby Berhitoe, Assistant Public Relation Manager Arya Duta Hotel Jakarta.

From Empire with Love
Dari ketinggian lebih dari 200 meter, Anda bisa nikmati momen istimewa ini ditemani dengan kelap-kelip lampu kota Jakarta. Romantic moment with romantic view. Empire Grille Restaurant di lantai 35 gedung Menara Imperium yang berlokasi di wilayah selatan Jakarta, akan mengantar Anda pada romantic fine dining velentine’s day dengan menu-menu aphrodisiac khasnya.

Jamuan makan malam dibuka dengan segelas red wine atau white wine, dan dilanjutkan dengan hidangan pembuka sebelum appetizer, yaitu seporsi amuse quelle yang disebut A Petit Star Camembert on Loving Toast. Lalu untuk appetizer, Empire Grille menawarkan Gratine Oyster with Creamy Spinach on Seafood Spring Roll. Menu dari kerang dengan filling daun bayam yang creamy dan topping mozzarella cheese.

Setelah diselipkan hidangan Soup Lobster Bisque with Love-Sign Cream on Top, Udin Syaifudin – Executive Sous Chef dari Empire Grille Jakarta, menyajikan tiga pilihan menu untuk menu utama special Valentine’s Day. Ocean Heaven of Jumbo Prawn & Salmon, Blossom Burgundy Fillet au Gratin, atau A Kiss from East and West : Asian Marination Grilled Half Lobster & Australian Stuffed Rib Eye.

“Tiga pilihan ini terdiri dari: satu sea food item, satu beef item, dan satu lagi adalah gabungan keduanya. Jadi para tamu bisa diberikan banyak pilihan. Yang suka sea food, bisa ambil sea food. Yang suka daging, bisa ambil daging. Yang suka keduanya, kita juga sediakan,” ujar Udin Syaifudin.

Konsep set menu ini banyak mengadaptasi style menu Eropa. Tentang apa saja yang menjadi latar belakangnya, Brigita Lisa operational manager dari Empire Grille memaparkan panjang lebar, “Karena suasana di sini sudah very romantic style, ini akan didukung dengan makanan-makanannya yang lebih ke menu yang aphrodisiac. Menu yang membangkitkan ‘gairah’ seks. Akan lebih banyak bermain di jenis sea food. Untuk daging kambing, kami tidak menyediakan menunya. Diganti dengan beef/daging sapi. Karena sebenarnya daging merah juga termasuk makanan yang aphrodisiac. Paket-paket untuk set menu special ini bisa dinikmati dengan budget sekitar Rp 225.000,- per orang. Jadi per couple (dua orang) itu sekitar Rp 550.000,- an.”

Menurut rencana, untuk perayaan Valentine’s Day tahun ini Empire Grille akan bekerja sama dengan salah satu air line company di Indonesia dan menyediakan hadiah tiket pesawat gratis, tujuan Jakarta – Singapura – Jakarta untuk sepasang kekasih yang beruntung pada malam tanggal 14 Februari nanti. Selain itu, pihak manajerial Emprie Grille juga menyiapkan souvenir berupa CD yang berisi lagu-lagu romantis untuk semua tamu yang datang ke restoran ini dan menikmati set menu spesialnya.

Valentine’s Day dengan Amour Steak dari Steak Factory
Restoran dengan desain ruangan minimalis modern dan dua lantai ruang makan yang nyaman ini, juga jadi tempat ‘nongkrong’ favorit anak muda di Jakarta. Tiap tahunnya, Steak Factory selalu ‘ketumpahan’ tamu yang ingin merayakan Valentine’s Day di sana. “Karena dari pengalaman tahun lalu, yang datang banyak sekali. Jadi mungkin akan sulit untuk bikin acara khusus. Menurut rencana, kami mau membuat foto-foto pasangan kekasih yang dating ke sini pada hari itu. Hasil fotonya, akan diberikan ke para tamu itu juga. Tapi karena waktu itu, ruangan sampai penuh, semuanya sibuk sama urusan masing-masing.
Sepertinya udah nggak nyaman juga untuk ambil foto mereka, ya,” ujar Yoke, owner Steak Factory.

Tempat ini juga punya desain menu special Valentine’s Day. Love Feast, namanya. Ada Secret Soup sebagai appetizer, Amour Steak dalam menu utamanya, dan ditutup dengan desert Heart Beat Jelly dan minuman jus True Love Punch. Cukup sederhana, tapi tetap istimewa.

Amour Steak dibuat dari daging tenderloin sapi. Dihidangkan lengkap dengan side vegetable dan dua potong daging yang di panggang serta dimasak dengan panir, lalu diberi taburan keju di atasnya. Dan saus yang menjadi teman setianya adalah saus tomat spesial khas Steak Factory. Sedangkan untuk minuman True Love Punch, dibuat dari campuran sari buah nanas, jeruk, dan apel dengan tambahan sedikit minuman bersoda. Terakhir, dessert Heart Beat Jelly yang didalamnya terdapat jelly manis merah berbentuk hati dan yoghurt rasa strawberry.

Set menu ini khas Steak Factory dengan adaptasi style menu western (yang kental dengan steak item). Dengan judul set menu “Love Feast”, tempat ini ingin memberikan jamuan kasih. “Maksudnya, set menu ini spesial kami sajikan untuk para tamu yang lagi pacaran, bahkan menu ini juga jadi spesial untuk mereka yang sudah terikat sebagai suami istri. Inilah yang namanya jamuan kasih,” tegasnya.

Dengan budget Rp 100.000,- Anda sudah bisa menikmati set menu Valentine’s Day ala Steak Factory termasuk dengan desain ruangan yang romantis dan souvenir berupa cokelat praline atau chocolate cookies berbentuk hati.

Romance and Sweetly Valentine di Grand Super Kitchen Restaurant
Restoran dengan konsep chineese cuisine ini, juga tak ingin melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan para tamunya pada Hari Kasih Sayang tepat tanggal 14 Februari mendatang.

“We know that Valentine’s is the western tradition. And in Asia, they don’t know about Valentine’s Day. Honestly, from the first in the beginning, a lot of people in asian, right now is known about this Valentine’s Day. Back to the concept, its not only chineese that we like to present. But also the western. Because our chef is chineese chefs, and Valentine’s Day are western style. So, how we can combine these different things. So it could be the chineese food, with western style. We’ll planning the balance of the two kind of these style. In short cut, it called a fusion menu,” papar Edy Nizon, Operational Manager Gran Super Kitchen – Serpong.

Fusion, bisa dianggap sebagai style menu yang menyajikan campuran beberapa style menjadi satu menu yang utuh dan seimbang. Gran Super Kitchen dengan chineese cuisine yang mendominasi hampir seluruh menunya, tetap akan berkompromi dengan European style menu. Fusion style, bisa menjadi pilihan terbaiknya. Dengan dua judul “Sweetly” dan “Romance”, restoran yang berlokasi di Serpong – Tanggerang ini memberikan banyak pilihan Valentine’s Day menu melalui 8 jenis makanan untuk masing-masingnya.

Pada “Romance”, di dalamnya ada Bang-Bang Chicken, jenis appetizer dari potongan-potongan kecil daging ayam yang disajikan dengan siraman peanut sauce dan taburan wijen di atasnya. Appetizer manis ini dihidang dingin. Sedangkan untuk menu utamanya diberi nama Golden Desert “Gala” Prawn. Edy menjelaskan, “Saya beri nama golden desert, karena sausnya dibuat dari telur asin yang mempunyai warna kuning keemasan. Rasanya benar-benar lezat karena kami menggunakan udang fresh yang masih hidup untuk diolah dan dimasak langsung dalam menu ini.”

Terakhir, untuk pencuci mulut, dihidangkan Hawaian Dessert yang terdiri dari campuran buah-buah segar. Cherry, mangga, buah kiwi, papaya, dan apel. Dengan setangkup es krim strawberry di atasnya, menu ini memberikan kombinasi rasa yang sedap dan segar.
“Menurut rencana, kami akan mengundang solois yang memainkan instrument musik: biola atau saxophone, untuk datang ke tempat ini dan mereka akan memainkan lagu sesuai dengan permintaan para tamu. Tamu-tamu yang memesan valentine’s Day set menu, akan mendapat kesempatan untuk me-request satu buah lagu untuk dimainkan di dekat meja makan mereka,” ucap Edy.

Paket menu “Romance” spesial Velantine’s Day ini bisa dijangkau dengan budget Rp 498.800,- (++) untuk 2 orang. Sedangkan “Sweetly” bisa dinikmati untuk 2 orang dengan harga Rp 388.000,- (++). Harga ini sudah termasuk segelas red/white wine dan souvenir berupa setangkai bunga mawar segar.

Cinta, memang dilukiskan dengan berbagai gambaran.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang terucap
Disampaikan awan kepada hujan
Yang meniadikannya tiada.
(karya Sapardi Djoko Damono, “Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana”)

Ada banyak cara untuk berbagi kasih dengan orang yang kita sayangi. Sederhana atau pun rumit, cinta memang soal rasa. Untuk hal ini, cuma Anda yang tahu jawabannya.

(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah Food & Life Style yang berkantor di Jakarta)

Writer : Ayu N. Andini

Sunday, January 07, 2007

Chocolatecinno


Ini, chocolatecinno. Minuman varian dari hot chocolate yang ada di Restoran BokaBuka jl. Cipete Raya No. 7, Jakarta. Saya minum ini waktu sore mulai datang. Tau nggak? Rasa cokelatnya bikin hati saya mendadak jadi adem...!


Photo by Ayu N. Andini

Saturday, January 06, 2007

Perjalanan Hidup Hot Chocolate

Melalui catatan sejarah pada buku yang berjudul Ancient Chocolate Found in Maya "Teapot", oleh Bijal P. Trivedi, diterbitkan oleh National Geographics Society, 17 Juli 2002 dan dari buku berjudul Chocolate: an illustrated history, oleh Morton, terbitan F. Crown Publishers, tahun 1986, diperoleh data-data bahwa pada masa peradaban tertua di Amerika sekitar tahun 1500-400 SM, biji coklat mempunyai nilai guna yang besar sehingga dapat menjadi alat tukar yang bernilai tinggi. Biji coklat merupakan hadiah mewah untuk sesaji persembahan kepada para dewa dan berbagai upacara religi lainnya. Sebagai “makanan para dewa”, membuat manusia tidak lagi ‘berjarak’ dengan cokelat.

Kedekatan hubungan manusia dan cokelat mulai ditandai dengan dikonsumsinya biji cokelat ini sebagai minuman yang disebut “chocolatl” dalam bahasa Meksiko. Jenis minuman yang terbuat dari biji coklat yang dipanggang, dicampur dengan air, dan sedikit rempah-rempah.

Cokelat mulai dikenal di daratan Eropa pada masa imperialisme awal (tahun 1500-an), walaupun ketika Christopher Columbus membawa biji cokelat ke Eropa untuk pertama kali pada tahun 1502, mereka tidak tahu sama sekali kegunaan cokelat dan cokelat menjadi komoditi yang diabaikan.Ketika Hernan Cortez, seorang Jenderal dari Spanyol berhasil menaklukkan bangsa Aztec pada tahun 1519, ia mencicipi minuman cokelat untuk pertama kalinya. Kemudian menulis surat pada Raja Spanyol Charles V bahwa, “Minuman ini adalah minuman yang berharga, yang dapat membangkitkan semangat untuk bertempur dan tetap siaga. Satu cangkir minuman ini mampu membuat manusia bertahan satu hari tanpa makanan”.

Akhirnya Cortez kembali ke Eropa dan mengisi penuh kapalnya dengan biji coklat dan peralatan lengkap untuk membuat minuman ini. Sejak saat itu, manfaat cokelat tersebar ke berbagai negara Eropa seperti Spanyol, Perancis, dan Inggris, dan sebagian kawasan Amerika Utara. Tahun 1631, racikan minuman coklat yang pertama terbit di Spanyol, hasil kreasi Antonio Colmenero de Ledesma.

Ia adalah seorang dokter dari Andalusia dan selama ia mengunjungi Hindia Barat ia menaruh perhatian pada aspek diet dan efek psikologis dari minuman cokelat ini. Ia menyatakan, “Cokelat itu menyehatkan. Minuman ini membuat peminumnya “gemuk dan dapat meningkatkan konsentasi berpikir”.

Untuk wanita, minuman ini juga dapat meningkatkan kesuburan dan mempercepat proses pemulihan setelah melahirkan. Pada tahun 1640-an, minuman coklat mulai dicampur dengan gula dan menjadi minuman yang populer dikalangan orang-orang kaya di Spanyol. Ketika salah satu anggota keluarga kerajaan Spanyol menikah dengan keluarga kerajaan Inggris, cokelat menjadi mas kawin. Pembuat coklat kerajaan pun ditunjuk secara khusus dan popularitas cokelat semakin melesat.

Pada pertengahan abad ke-17, cokelat dinikmati dan menjadi popular di Inggris. Khususnya setelah Jamaika memberikan akses produksi biji cokelatnya kepada negara Inggris. Setelah cokelat diproduksi di Inggris, cokelat menjadi hidangan penutup setelah makan malam dan susu menjadi campuran tambahannya. Menginjak tahun 1656, hot chocolate telah menjadi jenis minuman eksotik di sepanjang wilayah Eropa. Queen’s Land Coffee House di Oxford, sudah mulai menyajikan minuman cokelat dan kopi pada tahun 1656 hingga abad 21 sekarang.

Perusahaan periklanan pemerintah disana pun membuat catatan bahwa, “Di Queen’s Head Alley, ada minuman terbaik dari Hindia Barat yang disebut hot chocolate, dijual, dan mudah dalam penyajiannya.”

Resep Paling Sederhana dari Cokelat
Resep minuman yang telah berumur ribuan tahun ini, mulai tersebar ke seluruh dunia. Kita mulai menggemari cokelat. Kemudahan-kemudahannya tidak hanya karena bahan baku cokelat yang makin gampang diperoleh, tapi juga karena resep ini adalah resep paling sederhana untuk menikmati cokelat.Resep hot chocolate pertama kali dibuat oleh suku Maya di Amerika Selatan.

Mereka membuat hot chocolate ini dari campuran biji cokelat yang telah ditumbuk halus, rhubarb (sejenis tumbuhan umbi-umbian), kemudian dicampur dengan air, madu, dan rempah-rempah, seperti kayu manis, cabe, dan vanilla. Dalam penyebaran biji cokelat ke daratan Meksiko, orang-orang yang tinggal di pusat dan wilayah selatan Meksiko, akhirnya jadi memiliki kebiasaan meminum hot chocolate dua kali dalam sehari selama setahun.

Pada hot chocolate nya ada gelembung busa (foam) yang masih terkenal hingga sekarang. Orang-orang Meksiko pun percaya bahwa ‘roh’ minuman ini ada pada foam nya. Gelembung-gelembung busa ini dibuat dengan alat dapur dari kayu yang disebut molinillo. Molinilli [moh-lee-NEE-oh], sejenis alat pengocok minuman cokelat ala meksiko. Resep hot chocolate ala Meksiko dibuat dari cokelat pahit bubuk, gula, kayu manis, garam, vanilla, telur, dan tambahan susu. Semakin banyak peminat hot chocolate di seluruh belahan dunia, resepnya menjadi semakin sederhana.

Dalam perkembangannya, pada kebanyakan restoran/kafe yang menyediakan hot chocolate, menggunakan resep yang terdiri dari cokelat bubuk siap seduh (dalam paket kemasan single), dan bisa ditambahkan susu menurut selera konsumen.

Di daerah Jakarta Selatan, BokaBuka Family Restaurant menyajikan menu hot chocolate dengan resep yang hampir sama. “Kami di sini menyajikan dua pilihan menu hot chocolate. Ada Regular Hot Chocolate dan Chocolatecinno. Regular Hot Chocolate dibuat dari susu coklat murni, dan tambahan Belcolate sekitar 4 sampai 5 keping, lalu di steam, dan dilarutkan. Dan Chocolatecinno, juga sama dari susu cokelat murni dan kepingan Belcolate serta tambahan foam dari susu murni yang putih, dan bubuhan palm sugar di atasnya,” jelas Windu, Operational Manager di BokaBuka Family Restaurant.

Tentang bahan baku cokelat dalam menu hot chocolate di tempatnya, Windu mengatakan, “Namanya, Belcolate. Ini cokelat dari Belgia. Bentuknya ada yang block/batangan, ada juga yang keping begini. Kami lebih memilih Belcolate kepingan karena dalam pemakaiannya lebih efisien. Selain itu, Belcolate kepingan lebih cepat lumer/mencair dan mudah larut daripada yang bentuknya blok. Belcolate ini adalah jenis dark chocolate. Mengandung kadar gula yang rendah. Rasanya memang tidak terlalu manis.”

Jika suatu saat Anda menikmati hot chocolate sendirian, hidangan minuman ini bisa menjadi sahabat dekat yang manis, menyenangkan, dan membuat pikiran kita menjadi lebih tenang. Kalau tidak percaya, silahkan mencoba.


(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah Food & Life Style yang berkantor di Jakarta)

Writer : Ayu N. Andini

Perawatan Kulit dengan Chocolate Body Scrub

Waktu, datang seperti pencuri. Waktu mulai mencuri usia kita, karena tiba-tiba saja kita baru menyadari kulit kita semakin keriput dan kusam. Waktu telah mencuri kesehatan kita, ketika kita mulai merasa sakit perut, atau bahkan tiba-tiba harus dirawat di rumah sakit. Waktu juga mencuri pikiran-pikiran tenang kita, ketika kita merasa sulit untuk tidur dan istirahat.

Rutinitas yang berjalan setiap hari, tanpa kita sadari telah banyak menyita tenaga, pikiran, dan waktu kita. Banyak hal penting yang bisa lepas dari perhatian kita. Ketika sudah banyak peristiwa lain yang terjadi di depan mata sebagai akibat dari beberapa peristiwa sebelumnya, barulah kita tersadar bahwa waktu telah banyak mencuri. Kualitas pekerjaan di kantor, jam kerja yang padat, tak sempat istirahat, tak sempat mengabarkan orang di rumah kalau hari itu harus pulang terlambat, tak sempat makan karena tiba-tiba ada rapat mendadak, bahkan tak punya waktu yang cukup untuk tidur.

Dari semua kejadian ini, tak banyak yang beruntung dan bisa menaklukkan sang waktu. Sudah demikian banyak gaya hidup yang bisa menjadi pilihan rutinitas. Ada yang dampaknya baik, ada yang dampaknya buruk. Kadang nurani dan akal sehat jarang punya hubungan yang baik. Menurut akal sehat, jika kita ingin meraih karir, maka bekerja keras adalah jurus paling ampuh. Menurut nurani, tubuh tak akan sanggup menampung semua keinginan otak. Ada yang harus dibatasi, demi hal yang lebih penting dan berharga. Disebut : Kesehatan.

Atas nama kesehatan, banyak pula industri jasa yang menyediakan fasilitas dan kemudahan untuk memperoleh gaya hidup sehat. Di tengah hiruk pikuk dan debu di pusat kota Jakarta, ada sebuah pojok ruang tenang yang menyediakan kenyamanan untuk tamu-tamunya. Jika kita melangkah masuk ke Klub and Spa Borobudur yang terletak dalam area Hotel Borobudur Jakarta, suguhan bunyi musik yang lembut mengalun pelan, aroma rempah-rempah tercium wangi, membuat tubuh kita memperoleh relaksasi awal. Suasananya yang tenang dan senyap, ruang-ruang privacy yang bersih dan rapi, para terapis yang ramah dan handal, menyambut kedatangan tubuh-tubuh kita yang penat. Shinta Nurprama Israsari, Public Relations Officer Hotel Borobudur Jakarta, menjelaskan, “Kami punya keunikan tersendiri. Kami menyediakan 6 (enam) threatment single room. Single room, bukan untuk couple. Itu juga untuk menjaga privacy pelanggan. Karena kalau couple, mereka akan lebih banyak ngobrol dan akan membuat proses threatment nya tidak terasa benar-benar rileks. Kalau kita sudah masuk ruang spa di sini, nuansa spa nya akan terasa sekali dan membuat tubuh jadi rileks. Kemudian kami juga menyediakan loker terpisah. Pria sendiri, wanita sendiri. Spa ini juga terbuka untuk umum. Tidak harus jadi member atau tamu hotel, untuk menikmati layanan spa di Hotel Borobudur Jakarta.”

Khasiat Cokelat untuk Perawatan Kulit
Telah banyak dibicarakan oleh para peneliti bahwa cokelat punya banyak khasiat yang baik untuk tubuh kita. Mengonsumsi cokelat, berarti dapat mencegah penyakit jantung dan mengobati sakit perut. Ada cara sehat lain untuk mengonsumsi cokelat, yaitu melalui body threatment. Di Klub and Spa Borobudur, jenis terapi ini disebut dengan Chocolate Body Scrub.

Bahan utama yang dipakai dalam terapi Chocolate Body Scrub adalah cokelat. Mengenai hal ini, Shinta mengatakan, “Bahan utamanya adalah cokelat bubuk yang ditambah sedikit rice powder dan diseduh air hangat. Cokelat bubuk import ini dibuat dari bahan yang kualitasnya bagus. Kami memilih cokelat bubuk yang benar-benar dibuat langsung dari biji cokelatnya. Cokelat bubuk murni dari biji cokelatnya, bermanfaat untuk perawatan kulit dan relaxing.”

Menurut data dari ilmu kesehatan, cokelat mengandung zat yang disebut katekin. Zat inilah yang banyak berperan dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, khususnya pada kulit. Katekin adalah senyawa antioksidan yang dapat mengatasi masalah-masalah penuaan dini pada manusia. Kandungan katekin ini juga ada pada teh dan kopi. Tapi cokelat punya kandungan katekin yang lebih banyak dari keduanya.

Tidak hanya kulit saja yang menjalani proses terapi, tapi menjangkau hingga seluruh tubuh. Kita akan merasakan pijatan yang membuat otot-otot tak lagi tegang, dan tubuh benar-benar menjadi rileks.

Ginger Tea pada Terapi Chocolate Body Scrub
Minuman ini hadir sebagai tahap pertama terapi. Sebagai minuman pengantar yang juga berfungsi untuk membantu proses rileks pada tubuh. Minuman ini punya rasa yang hangat, manis, dan enak. Wangi jahe memang lebih dominan.

Pak Yogi, peracik minuman ini memaparkan resepnya, “Dibuat dari jahe yang dipanggang hingga wangi, dan masukkan ke air mendidih. Lalu masukkan juga sejengkal kayu manis, sedikit pala bubuk, cengkeh, dan gula aren.”
Ginger Tea ini dibuat tanpa membubuhi sedikit pun teh kedalam racikannya. Disebut sebagai ginger tea, karena warnanya yang cokelat gelap seperti teh.

Tahap-tahap dalam Terapi Chocolate Body Scrub:
1. Foot bath. Lebih lazim dikenal dengan sebutan “cuci kaki”.
Yang menjadi istimewa adalah, pada tahap ini kaki kita akan dicuci didalam air hangat yang telah dibubuhi aroma terapi essential oil dengan taburan helai bunga mawar di permukaan airnya. Terapis akan membersihkan kaki kita, sambil memijatnya perlahan-lahan.

2. Minum ginger tea.
Pelanggan disuguhi minuman ginger tea yang hangat dan manis. Disarankan untuk meminumnya karena aroma minuman rempah-rempah ini dapat membantu tubuh menjadi rileks dan mengendurkan otot-otot yang tegang.

3. Chocolate body scrub.
Tubuh dilumuri dengan cokelat sampai merata, di bagian punggung, dada, tangan, hingga kaki sambil dipijat. Berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulti mati dan membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh.

4. Mandi air hangat.
Setelah selesai chocolate body scrub, pelanggang disarankan untuk mandi air hangat. Ini berguna untuk membersihkan sisa-sisa kotoran pada tubuh yang terangkat oleh chocolate scrub tadi.

5. Massage / pijat dengan lima aroma terapi.
Pada tahap ini, tubuh dipijat dengan lima jenis aroma terapi. Relaxing oil, citrus florest, violete garden, rinjani energizing, dan serenity. Berguna untuk melenturkan kulit dan melemaskan otot-otot yang tegang.

“Semua orang yang sudah menjalani terapi chocolate body scrub, kulitnya menjadi lebih cerah, aroma cokelatnya juga menyegarkan tubuh. Jadi berfungsi untuk refreshing juga. Jika tubuhnya benar-benar telah penat, rasanya seperti di re-charge. Tubuh menjadi segar kembali. Ini adalah cara sehat untuk menikmati cokelat,” ujar Shinta menutup pertemuan kami siang itu.

(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah Food & Life Style yang berkantor di Jakarta)

Writer : Ayu N. Andini

Thursday, November 09, 2006

Si Cokelat


Theobroma Cacao, tidak banyak yang tahu tentang riwayat hidup cokelat. Padahal si cokelat sudah digemari hampir di seluruh dunia.


Writer: Ayu N. Andini
Photo by Ayu N. Andini

Dari yang bernama Cokelat

Theobroma Cacao, nama latin dari pohon cokelat. Sama artinya dengan “makanan para dewa”. Sejarah perkenalan manusia dengan cokelat, dimulai oleh masyarakat suku maya sejak tahun 1500 SM s/d 400 M. Pada masa itu, biji coklat sangat berharga dan digunakan sebagai persembahan atau sesaji untuk para dewa dalam berbagai upacara adat dan keagamaan. Biji coklat mulai dibudidayakan di sana dan para petani suku Maya membawanya ke pasar rakyat dengan menaiki perahu kecil, dikemas dalam keranjang-keranjang besar, menyewa para kuli angkut dan membawanya pergi ke Meksiko.
Disebut dengan nama xocoatl (dalam bahasa suku Aztec) yang kemudian oleh orang Indian di Meksiko disebut chocolat. Turunan dari kata choco yang artinya campuran, dan atl yang artinya air. Karena pada awalnya cokelat hanya dikonsumsi sebagai minuman. Dan kebiasaan ini berlangsung selama ribuan tahun.
Ciocolata”, kata orang Italia. Dan Turkey menyebutnya dengan nama Pikolata. Pohon buah tropik ini tumbuh di Amerika Tengah sejak jaman pra sejarah dan hidup di tanah Amerika Selatan, Afrika, serta beberapa tempat di daratan Asia. Buah cokelat berkualitas baik, tumbuh subur di wilayah 20 derajat pada garis Lintang Katulistiwa. Sebut saja Ghana, Brazil, dan Indonesia : tiga negara produsen biji cokelat terbanyak dengan kualitas terbaik di dunia. Tapi sayangnya, hanya sampai pada level ini. Untuk kuantitas konsumen terbanyak, ada di Swiss, Jerman, Belgia, Denmark, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya. Sedangkan Indonesia, hanya mencapai angka 0,1 kg per orang untuk tingkat konsumsi cokelat per tahunnya (sumber data tahun 1998: Pasar Cokelat - Tulip The Embassy of Chocolate).
Louis Tanuhadi, National Business Development Manager of Tulip Chocolate, berpendapat, “Dari rendahnya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap cokelat, berarti ini peluang besar bagi industri cokelat dalam negeri untuk membangun dan mengembangkan pasarannya. Dimulai dari dalam negeri dulu. Sekarang Indonesia hanya dikenal sebagai penghasil biji cokelat terbesar ke-3 di dunia. Tidak lebih dari itu. Tulip Chocolate adalah sebuah perusahaan cokelat yang berasal dari Indonesia yang selalu concern untuk membesarkan dan mengangkat industri coklat di dalam negeri dan di dunia.”
Duduk di peringkat ke-3 sebagai penghasil biji cokelat terbesar di dunia, masih ada banyak yang harus diperhitungkan Indonesia. Menyinggung masalah kuantitas cokelat dan kualitas cokelat, Indonesia harus banyak bercermin pada beberapa kasus penurunan jumlah produksi di negara-negara lain. Selain serangan hama “witch’s broom” di Brasil, kasus kurangnya peremajaan terhadap pohon cokelat di Ghana pun diduga menjadi penyebabnya. Louis memaparkan, “Sudah terjadi penurunan tingkat produksi biji cokelat di Ghana (daratan Afrika). Ini karena kurangnya kepedulian pemerintah juga. Masyarakat disana pernah terbiasa “menjual hijau” hasil panen cokelatnya kepada para tengkulak. Harganya jadi jauh lebih murah. Tapi sekarang, para petani di sana sudah mulai dididik untuk tidak menjalankan praktek “jual hijau” ini. Jadi, hasil panen cokelat pun diperam, istilahnya difermentasikan. Ketika dijual, harganya bisa naik sampai tiga kali lipat. Biji cokelat dari Afrika memang terkenal karena aromanya yang sangat wangi.”

Kejutan dari Cokelat
Jika Anda termasuk orang yang takut gemuk, maka Anda tidak perlu takut untuk mengkonsumsi cokelat. Karena ternyata cokelat mengandung banyak kejutan! Kandungan stearat (lemak jenuh) pada lemak cokelat adalah lemak nabati yang sama sekali tidak mengandung kolesterol. Cokelat juga punya kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol jahat (LDL) dalam darah, karena kandungan asam oleatnya (sejenis asam lemak tak jenuh) dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mencegah resiko penyakit jantung koroner dan kanker.
Selain itu, di dalam cokelat ada katekin. Senyawa antioksidan yang berguna untuk mencegah penuaan dini karena pengaruh polusi dan radiasi. Katekin dalam cokelat lebih tinggi kadarnya daripada katekin yang ada dalam teh. Cokelat baik untuk kesehatan kulit tubuh. Dengan alasan ini, maka cokelat sama sekali bukan penyebab timbulnya jerawat.

Metamorfosis Cokelat
Cokelat lebih banyak dikenal masyarakat sebagai makanan manis berprotein tinggi. Cokelat, ada di dalam roti sarapan pagi, ada pada adonan cake, dan ada pada batang-batang manis dalam kemasan (lebih akrab disapa: Silverqueen, Cadbury, Delfi, dan Toblerone). Cokelat, bisa menjadi macam-macam bentuk gula-gula. Cokelat juga ada pada berbagai minuman, bahkan ada pada pemulas bibir yang mungkin sedang Anda pakai sekarang.
Louis Tanuhadi memaparkan secara singkat proses pembuatan cokelat, “Setelah biji-biji cokelat dibersihkan dan di breaking hingga yang diambil itu hanya coco nibs nya saja. Coco nibs ini melewati proses alkalising, pemanggangan (roasting), dan penggilingan (grinding dan refining), dan diperoleh yang disebut dengan liquor. Setelah mengalami liq tempering, liquor ini menghasilkan tiga jenis cokelat, yaitu cocoa liquor in block, cocoa powder in block, dan untuk liquor yang diproses, di cake, breaking, mixing, dan pulvering. Dari proses terakhir ini dihasilkan cocoa powder in bags. Yang banyak dijadikan sebagai bahan obat-obatan (anal medic dan penurun panas tubuh) dan bahan baku pembuat kosmetik (lipstick/pemulas bibir) ini, adalah cocoa liquor. Jenis yang lain, banyak dipakai untuk bahan pembuat makanan.”
Ia menambahkan, “Tempat pengolahan biji cokelat hingga menjadi bentuk cokelat block, ditangani oleh General Food Industry (GFI). Tulip Chocolate adalah salah satu perusahaan distributor cokelat. Induk perusahaan kami adalah PETRA FOOD. Ini adalah induk perusahaan yang terkenal dan punya banyak anak perusahaan. Dan ada beberapa perusahaan consumer good, yaitu Chacha, Delfi, Silverqueen, Van Houten. Ini semua untuk kemasan yang masuk ke jalur-jalur pasar supermarket. Sedangkan untuk distribusi ke industri perhotelan dan industri-industri makanan, brand name nya pakai nama TULIP. Masih banyak yang belum tahu tentang ini.”
Banyak orang awam memahami bahwa cokelat yang jadi oleh-oleh dari luar negeri (misalnya dari Belgia, Jerman, Swiss, Perancis, Belanda, atau dari Inggris), rasanya lebih enak daripada cokelat produk dalam negeri. Keunggulan mereka memang ada pada resep dan bahan campuran lainnya yang mungkin saja kualitasnya juga jauh lebih baik daripada buatan Indonesia. Tapi selebihnya, negara-negara Eropa ini ternyata sangat menyukai biji-biji cokelat dari Indonesia karena kadar ph untuk tingkat keasamannya lebih rendah daripada biji-biji cokelat yang dihasilkan dari negeri mereka sendiri. “Kalau Anda sedang menikmati oleh-oleh cokelat dari Eropa, jangan lupa bahwa 20% dari bahan-bahannya berasal dari biji-biji cokelat asal Indonesia,” ujar Louis.

(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah food&lifestyle yang berkantor di Jakarta)


Writer : Ayu N. Andini

Monday, October 16, 2006

Tepian Rindu untuk Hanung
















Ia menyimpan semuanya di dalam batu-batu hitam gelap. “Aku tak bisa menikahimu,” kata-kata yang setiap detik jika teringat, seperti mengiris-iris urat nadi darahnya. Perihnya mengantarkan hatinya pada kematian rasa.

Sejak hari itu, Hanung cuma berani bilang I LOVE YOU, tanpa berharap apa-apa. Menurutnya, rasa rindu itu menjadi semakin rumit. Lalu ia berjalan di tepian jurang yang dingin dan gelap. Matanya menatap nanar pada kedalaman jurang yang terjal. Entah kenapa ia membuang seluruh kebenciannya kepada dingin dan gelap. Lalu kakinya menapak pada sebuah batu di tepi jurang. Dua lengannya direntangkan, tubuhnya menantang dinginnya angin lembah yang bertiup kencang.

Ia berdiri tegak, menatap horizon awan dan biru langit di depannya. “Tak ada yang perlu aku bahasakan lagi,” bisiknya. Tubuhnya melayang jatuh ke dalam jurang terjal. Hanung membawa jiwanya terbang, mendekat pada banyak hal yang ia benci.

Sebuah daya yang datang entah dari sudut mana, membuat Hanung mencincang hari dengan rasa cemas, membiarkan dirinya dipeluk dingin dan dilingkupi gelap, tak hirau pada hujan dan api yang membakar dan menyiram tubuhnya berkali-kali. Hanung sedang membunuh keinginannya sendiri.

Jika saja ia paham tentang Legenda Banyuwangi, ia tak perlu terlalu dini mengorbankan dirinya. Jika saja ia paham tentang dongeng selir-selir Kerajaan Singosari, ia tak perlu menjauh dari semua cita-citanya. Sayangnya, Hanung yang manis ini, telah lelah hidup di tengah zaman yang tak mengenalkannya kepada keajaiban kata-kata.


Writer : Ayu N. Andini

Photo by Ayu N. Andini

Saturday, September 30, 2006

Pasar Legendaris dari Tanah Batavia

Sejak dahulu hingga sekarang, Pasar Tanah Abang bagaikan pasar legendaris dari Batavia. Pusat keramaian ini tak hanya menjadi lokasi favorit bagi para pedagang untuk berniaga, melainkan juga sebagai tempat belanja yang banyak didatangi para pembeli dari segala penjuru dunia dan tanah air sendiri. Selain karena barang-barangnya tersedia dalam banyak pilihan, Pasar Tanah Abang pun terkenal karena harga-harga barangnya yang murah dengan kualitas yang tak kalah bagus dengan tempat lainnya.

Pasar Tanah Abang, nama yang telah dikenal sejak tahun 1735-an. Ketika Justinus Vinck, seorang Belanda pemilik tanah di daerah Tanah Abang, mendirikan pasar di atas tanah miliknya ini. Keramaian di Pasar Tanah Abang tempo dulu, adalah berkat jalur Kali Krukut. Kali yang mengalir dekat Tanah Abang itu, ramai dikunjungi perahu para pedagang yang menjual maupun membeli barang di Pasar Tanah Abang.

Menurut catatan sejarah, menjelang akhir abad ke-19 Tanah Abang mulai ramai dihuni oleh etnis Timur Tengah. Hingga tahun 1920 jumlah etnis Arab di kawasan Tanah Abang mencapai sekitar 13.000 orang. Berdirinya Pasar Tanah Abang tidak lepas dari sejarah lahirnya kampung-kampung tua di Jakarta. Nama pasar ini dulunya adalah nama sebuah wilayah yang disebut Kampung Tanah Abang. Wilayah Tanah Abang sekarang meliputi Kelurahan Kampung Bali, Kebon Kacang, dan Kebon Melati. Akan tetapi yang menjadi inti kampung Tanah Abang sekarang, yaitu daerah di sekeliling pasar Tanah Abang itu sendiri.

Pada tahun 1970-an Pasar Tanah Abang dibangun hampir
bersamaan dengan dibangunnya Pasar Senen. Kedua pasar ini dulunya
dijadikan pusat perdagangan utama. Perkembangan kedua pasar inilah
yang tidak disia-siakan oleh pedagang dari Sumatera Barat. Bahkan selanjutnya
kedua pasar ini dikenal pula sebagai pusatnya urang awak mengadu
peruntungan di kota Jakarta.

Perkembangan penduduk makin pesat. Apalagi setelah arus urbanisasi
mengalir lancar dari daerah-daerah lain di Indonesia. Pasar Tanah Abang
pun tak luput dari incaran pendatang untuk mengadu nasib. Makin maraknya pedagang etnis Cina di Pasar Tanah Abang,berawal setelah peremajaan pasar itu diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada tahun 1975.

Pasar Tanah Abang Zaman Sekarang
Dari waktu ke waktu, tempat ini berkembang menjadi sebuah tempat berkonsep layanan yang mempertahankan nilai-nilai tradisional dan diperkaya dengan pilihan lokasi yang telah modern.

Transaksi jual beli, terjadi layaknya pasar-pasar tradisional lain. Tawar menawar harga, adalah peristiwa rutin yang terbiasa ada di tempat ini. Kelebihan yang ada di Pasar Tanah Abang sekarang adalah, pengunjungnya tak perlu repot-repot membersihkan sandalnya dari tanah merah yang becek menempel di dasar sandal (seperti pada 300-an tahun yang lalu ketika Pasar Tanah Abang baru dibuka), atau repot-repot membawa kipas tangan jika hawa menjadi panas dan gerah. Pengunjung juga tak perlu selalu cemas takut dicopet karena membawa dompet yang gemuk berisi uang tunai. Kini, keamanannya terjamin. Transaksi pembayaran di beberapa los-nya pun, sudah dapat menggunakan fasilitas kartu kredit.

Sekarang, Pasar Tanah Abang menyediakan fasilitas yang dihadirkan demi kenyamanan para pembelinya. Pasca peristiwa kebakaran pada tahun 2002 lalu, tempat ini telah dipugar dan beberapa pedagangnya direlokasi ke dalam sebuah gedung megah, bertingkat 18. Tempat ini dikenal sebagai Blok A, Pasar Tanah Abang.

Pasar Tanah Abang telah berubah wajah. Di bangunan seluas 151.202 meter persegi ini terdapat 149 unit eskalator, 4 unit passenger lift (capsule), 4 unit passenger lift biasa, 8 unit lift barang (kapasitas 1.000 dan 2.000 kilogram), dan fasilitas AC central. Setiap kios memiliki satu line telepon, serta sejumlah fasiltas lainnya. Lahan parkir yang tersedia mampu menampung hingga 2000 mobil. Setidaknya, fasilitas ini dapat mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di area Tanah Abang.

Ciri khas Blok A-Pasar Tanah Abang sebagai pusat grosir tekstil dan garmen, khususnya busana muslim, tidak lantas hilang. Los-los yang menghuni Blok A, memang diprioritaskan bagi para pedagang tekstil. Dari Pintu Utama Lt. semi basement 2, pengunjung akan disuguhi pemandangan aneka warna dan corak kain/tekstil yang tersusun rapi. Penerangan yang ada di dalam ruangan gedung, menambah indah kombinasi warna yang muncul dari pajangan-pajangan produk yang dijual di deretan los di sana.


Pusat Grosir Tekstil
Popularitas Pasar Tanah Abang, hingga sekarang tercatat sebagai lokasi pusat grosir tekstil. Semua orang yang pernah membeli bahan tekstil di Pasar Tanah Abang dengan pilihan aneka corak menarik dan harganya yang relatif terjangkau oleh semua kalangan, pasti akan menunjuk tempat ini sebagai tempat favorit untuk berbelanja tekstil di Jakarta.

Dari mulai produk-produk lokal hingga tekstil bahan import, ada di tempat ini. Harga dan coraknya juga sangat variatif. Seperti yang tersedia di los tekstil milik Cahyadi. Ia menuturkan, “Kami jual macam-macam bahan tekstil. Dari mulai bahan border buatan Bandung, sampai ke bahan tekstil buatan Italia. Harganya juga banyak macam. Malah, untuk produk lokal, kami letakkan di tempat yang mudah dijangkau, supaya pembelinya mudah memilih. Itu, di deretan paling depan, ada bahan brokat buatan Bandung, harganya Rp 10.000,- s/d Rp 12.000,- per meternya. Murah.”

Ada beberapa jenis bahan yang disebutkannya sebagai tekstil import buatan Italia, Korea, Tiongkok, bahkan bahan wol dari Inggris. Harganya mulai dari Rp 80.000,- s/d Rp 500.000,- per meter.

Cahyadi telah berkecimpung di bisnis tekstil sejak 20 tahun yang lalu hingga sekarang. Dulunya, ia adalah salah satu pedagang yang mengisi los di Blok D Pasar Tanah Abang. Sejak bagunan Blok A didirikan dan dibuka, ia memutuskan untuk memilih lokasi berniaganya di tempat ini. Ia berpendapat, “Gedung Blok A ini baru jadi sekitar satu tahun yang lalu. Nah, kami pindah ke sini, baru 8 bulan. Tempat ini lumayan. Nyaman, enak, punya AC, punya fasilitas yang cukup. Keamanannya juga bagus.”

Dari semua los tekstil, kami singgah di sebuah los yang menjual berbagai kain dan sarung khas Indonesia. “Kami disini, menjual kain Songket Palembang, kain Batik sutera Pekalongan, dan Batik Cirebon,” papar Wiwin, pemilik los ini.

Dari penuturannya, pembelinya datang dari berbagai pelosok tanah air dan mancanegara. Peminat kain songket Palembang, dan berbagai kain Batik di tempat ini, cukup banyak. Bahkan beberapa kali mereka kedatangan pembeli dari Brazil. “Biasanya, pengunjung yang datang ke sini memang membeli kain kami untuk oleh-oleh,” ungkap Wiwin.

Untuk kain Songket Palembang, yang paling diminati adalah coraknya yang disebut Limar Kandang dan Cantik Manis. “Dua corak ini memang banyak peminatnya,” ucapnya mempertegas.

Tentang harga kain, Wiwin menjelaskan, “Kalau harga jual satuan, satu lembar kain songket, sekitar Rp 900.000,-. Dan kalau untuk grosir, kami jual sekitar Rp700.000,- per lembarnya. Sedangkan harga satu kodi untuk kain Batik Pekalongan, sekitar Rp2.800.000,- per set. Jadi, untuk memperoleh satu set (selendang dan kain Batik Pekalongan), harganya relatif murah. Cuma Rp140.000,-.”

Agak masuk ke dalam deretan los, ada salah satunya yang menjual bahan sprei. Di gerainya, terpapar berhelai-helai kain bercorak warna warni, menarik perhatian pengunjung. Uniknya, gerai tempat Arif menjual aneka kain bercorak ini, menyediakan layanan plus. “Bahan sprei ini kami jual dengan kisaran harga Rp 17.000,- s/d Rp 20.000 per meter. Kalau pembeli ingin langsung dibuatkan satu set sprei beserta sarung bantal dan gulingnya, di tempat kami juga bisa. Ongkos pembuatan utk satu set sprei ukuran double, hanya butuh Rp 40.000,-. Sekarang pesan, besok bisa langsung diambil,” ungkap Arif, pemilik los ini. Ia telah berniaga di Pasar Tanah Abang sejak tahun 1985.

Pasar Tanah Abang, hadir di Indonesia bukan cuma sebagai tempat berbelanja. Di dalamnya, pengunjung bisa mendapatkan lebih dari itu. Tempat ini dikunjungi oleh lebih dari 2 juta orang pada setiap bulan puasa (bulan Ramadhan) dalam setiap tahunnya.

Wisata belanja yang kali ini kita kunjungi bukanlah pasar sembarang pasar. Ini, Pasar Tanah Abang, tempat berkumpulnya berbagai etnis pedagang dan pembelinya. Ini, Pasar Tanah Abang. Batavia punya legenda. Pasar tua yang telah berumur 300 tahun lebih. Tak lekang dimakan zaman.

(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)


Writer: Ayu N. Andini

Catatan Kenangan dari Kepulauan Seribu


(keterangan foto: Benteng Martello di Pulau Kelor--Kepulauan Seribu)


Di Teluk Jakarta, Kepulauan Seribu banyak diserbu para wisatawan domestik dan mancanegara. Di sana ada Pulau Onrust, Pulau Bidadari, Pulau Cipir, dan Pulau Kelor yang menarik untuk dilirik. Pulau-pulau ini mengajak kita untuk sejenak menjauh dari segala hiruk pikuk kota Jakarta.

Menyeberang sedikit dari Jakarta, kita bisa melihat nuansa yang jauh berbeda. Lebih bersih dan indah. Lihat saja air lautnya yang masih biru jernih itu. Udara di sana pun jauh dari segala macam polusi. Berwisata bahari kelilingi beberapa pulau di Kepulauan Seribu ini, akan memberi catatan ingatan tersendiri.

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah,” begitulah kira-kira bunyi kalimat himbauan dari Asep Kambali, Ketua KPSBI-Historia yang kali itu memandu perjalanan wisata bahari dan bercerita banyak tentang sejarah yang ada di pulau-pulau itu.

Pulau Onrust yang Tak Pernah Istirahat
Pulau Onrust terletak di wilayah Teluk Jakarta, termasuk dalam Kabupaten Kepulauan Seribu. Konon menurut cerita, pulau ini menjadi tempat peristirahatan/tempat plesiran raja-raja dari Banten. Udaranya yang sejuk, dan pohon-pohon yang rindang serta pemandangan pantai yang indah, membuat tempat ini sering dikunjungi kaum Kerajaan Banten tempo dulu.

Pada abad ke-17, pulau ini adalah tempat bongkar muat kapal dagang kaum VOC. Beras, gula, rempah-rempah, dan lain-lain, diangkut di pelabuhan kapal ini. Pulau ini begitu sibuknya, hingga diberi nama onrust. Artinya, pulau yang tidak beristirahat.

Banyaknya kapal yang berlabuh di pulau ini, membuat Pulau Onrust juga dikenal dengan nama Pulau Kapal. Menurut beberapa catatan sejarah, pada abad ke-17 tempat ini ramai dikunjungi kapal-kapal dagang. Banyak pula bangunan yang berdiri di tanah ini. Diantaranya adalah kincir angin yang besar, berfungsi sebagai penunjang kekuatan mesin pemotong kayu pada zaman itu.

Bangunan bekas gudang-gudang penyimpanan barang milik VOC, pos keamanan, tanggul-tanggul buatan Belanda, dan lain-lain, kini hanya berupa puing-puingnya saja.

Dari puing-puing inilah, para ahli sejarah mencatat bahwa Pulau Onrust beserta isinya pernah dibombardir oleh serangan tentara Inggris dalam beberapa periode, tahun 1800, 1806, dan 1810. Pemerintah Belanda membangun kembali dan memperbaiki beberapa sarana yang rusak. Namun gelombang tidal dari letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883, memporak-porandakan seluruh bangunan yang ada di Pulau Onrust, Pulau Bidadari dan Pulau Kelor.

Lalu pada tahun 1911, di Pulau Onrust didirikan asrama dan karantina jemaah haji. Pada jaman penjajahan Jepang di Indonesia, pulau Onrust menjadi penjara bagi para penjahat kelas berat.Dan sejak tahun 1972, ditetapkan bahwa Pulau Onrust adalah pulau yang dilestarikan menurut SK pemerintah.

Di Pulau Onrust, pengunjung dapat menikmati keindahan laut dan melihat banyak peninggalan sejarah yang tersebar di hampir seluruh wilayah pulau ini. Beberapa pondasi dan puing-puing bangunan bekas barak karantina jemaah haji, bangunan bekas penjara jaman penjajahan Jepang, makam keramat, dan beberapa makam kuno Belanda.

Sebagian peninggalan sejarah, disimpan di dalam Museum Pulau Onrust yang letaknya tak jauh dari Menara Keker dan Loket Karcis masuk. Setiap orang yang ingin berkunjung ke Pulau Onrust, cukup membayar Rp 2.000,-.

Di tempat ini ada beberapa warung yang bisa menunjang beberapa kebutuhan pokok para pengunjung. Ada pula sebuah ruangan bangunan berdesain Eropa, bekas Dapur Umum peninggalan tahun 1911 dan dapat disewa bagi para kelompok wisatawan yang ingin menginap di sana. Biayanya relatif murah. Rp 750.000,- per harinya, dengan daya tampung hingga lebih dari 30 orang.

Sisa Jejak Bersejarah di Pulau Bidadari
Tak jauh dari Pulau Onrust, perjalanan wisata bisa diteruskan menuju ke Pulau Bidadari. Jarak tempuh dari Pulau Onrust ke tempat ini, hanya membutuhkan 15 menit dengan menggunakan transportasi laut.

Di Pulau Bidadari, juga terdapat “jejak-jejak” sejarah yang dikenal dengan nama Benteng Martello. Salah satu peninggalan zaman VOC yang diperkirakan telah berdiri di sana sejak abad ke-17. Uniknya, jalan masuk menuju ke dalam benteng ini belum ditemukan hingga sekarang. Pihak Pulau Bidadari Resort sebagai salah satu pihak yang ikut merawat peninggalan bersejarah ini, akhirnya membuatkan tangga khusus bagi para pengunjung yang ingin masuk dan melihat desain bangunan Benteng Martello dari dalam. Konon, benteng ini adalah benteng pengintai yang berdesain Perancis.

Sekarang, pulau ini terkenal dengan nama Pulau Bidadari. Di tempat ini berdiri sebuah resort di atas air laut. Terkenal dengan sebutan floating cottage. Desain rumah-rumah panggung ini mirip dengan perkampungan nelayan di Minahasa. Tersedia pula fasilitas untuk aneka olahraga air (jet ski, diving, dll).

Ada banyak pengunjung yang telah datang ke tempat ini. Tak hanya pulau dengan pesona pantainya yang indah, tetapi juga cerita dan peninggalan sejarah yang ada di sana menjadi catatan menarik bagi semua yang ingin datang ke sana. Biasanya, para tamu yang datang kesana dapat membayarkan tanda masuk ke pulau bidadari ini dengan harga Rp 25.000,- per orang.

Jembatan Ponton dan Meriam Kuno Berusia 300 Tahun
Pulau Cipir, adalah pulau yang juga menjadi tempat karantina jemaah haji pada tahun 1911 s/d 1933. Yang tampak di sana sekarang, adalah beberapa puing bangunan berusia tua. Diantaranya adalah barak haji dan bangunan bekas rumah sakit, tempat penampungan bagi para jemaah haji yang terkena penyakit menular pada waktu itu. Selain itu, di Pulau Cipir kita bisa melihat beberapa meriam kuno yang dulunya berfungsi sebagai senjata yang ditaruh di lambung-lambung kapal. Meriam ini adalah meriam kuno buatan Belgia yang diperkiraan sebagai salah satu peninggalan zaman VOC, yang berumur lebih dari 300 tahun.

Di dekat dermaga kecilnya, dibangun Loket Karcis Masuk yang lebih sering tak dijaga. Agak masuk ke dalam pulau, berdiri sebuah tugu dengan bentuk yang unik. Tugu ini diperkirakan dibuat pada tahun 1990-an oleh Dinas Pariwisata setempat.

Dari pulau ini, kita bisa memandang Pulau Onrust dan Pulau Bidadari di seberangnya. Di ujung Pulau Cipir, terdapat beberapa pondasi Jembatan Ponton. Peninggalan bersejarah ini, diperkirakan telah ada sejak tahun 1911. Jika air laut sedang surut, akan tampaklah susunan batu bata merah yang menjadi struktur bangunan pondasi dermaga kecil yang dulunya digunakan untuk menerima kedatangan para jemaah haji yang akan dikarantina di pulau ini.

Luas pulau ini sekitar 6 hektar. Letaknya berdampingan tak jauh dari Pulau Bidadari dan Pulau Onrust. Pulau Cipir juga disebut dengan nama Pulau Kahyangan atau Nirwana. Di sana hanya ada warung Pak Husein, penduduk asli Jakarta yang telah menempati dan turut merawat Pulau Cipir sejak tahun 1983.

Pulau Cipir, begitu indah namun tak ada sarana penginapan yang tersedia di sini. Jika tetap ingin bermalam di sana, dianjurkan untuk melengkapi perbekalan dengan tenda dan peralatan camping yang cukup.

Eloknya Pantai Kecil di Pulau Kelor
Dari Pulau Onrust, Pulau Kelor tak terlalu terlihat jelas. Pulau ini berukuran luas paling kecil daripada Pulau Onrust, Pulau Bidadari, dan Pulau Cipir. Pulau Kelor memiliki luas sekitar 3 hektar. Dari dermaga kecil tempat merapatnya kapal motor yang biasa ditumpangi pengunjung, kita bisa langsung melihat bangunan Benteng Martello yang berdiri tegak di sana.

Jangan heran, karena selain di Pulau Bidadari, Benteng Martello juga dibangun oleh kaum VOC di pulau ini. Desainnya hampir sebangun dengan yang ada di Pulau Bidadari. Bentuknya juga melingkar. Namun dari beberapa pondasi yang ada di sekitarnya, diperkirakan Benteng Martello yang ada di Pulau Kelor lebih besar dan lebih luas daripada Benteng Martello yang ada di Pulau Bidadari.

Sisa bangunan Benteng Martello yang masih berdiri di Pulau Kelor adalah ruang bagian tengah benteng. Sedangkan dinding benteng lingkar luarnya telah porak poranda akibat gelombang tidal dari letusan Gunung Krakatau.

Pulau kecil ini tak berpenghuni. Tak ada warung, tak ada pondok, dan tak ada sarana penginapan di sana. Menurut penuturan orang-orang yang berdiam di Pulau Onrust, dianjurkan untuk tidak menginap di Pulau Kelor karena anginnya bertiup sangat kencang.

Pulau Kelor, tetap patut menjadi pilihan tempat untuk dikunjungi. Dari tempat ini, Anda bisa menikmati pemandangan matahari terbit dan pantai yang indah. Di pasir-pasir tepi pantainya ada banyak rumah-rumah kerang berwarna-warni yang bisa kita pilih untuk jadi cinderamata yang mengembalikan ingatan kita tentang Pulau Kelor dan pantai kecilnya ini.


Tips perjalanan :
Untuk melakukan perjalanan ke pulau-pulau ini, dianjurkan agar memilih waktu pada musim kemarau (bulan Januari s/d Agustus) untuk menghindari cuaca buruk dan gelombang laut yang cukup besar.

Menuju Pulau Onrust, pengunjung punya tiga pilihan pelabuhan. Pelabuhan Marina Ancol, Pelabuhan Angke, dan Pelabuhan Muara Kamal (Jakarta Utara). Yang terdekat dengan Pulau Onrust adalah Pelabuhan Mura Kamal. Disana, ada kapal motor yang dapat disewa untuk pergi berkelompok menuju Pulau Onrust dengan jarak tempuh sekitar 30 menit s/d 45 menit. Biaya sewanya Rp 500.000,- s/d Rp 600.000,- perhari, untuk kapasitas 30 orang s/d 40 orang penumpang.

Perjalanan ke Pulau Onrust, lebih baik dilakukan sebelum waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB, sebelum gelombang laut membesar. Sedangkan dari Pulau Onrust menuju ke Pulau Bidadari dan Pulau Cipir, akan sangat menarik dilakukan pada saat hari masih terang dan cerah.
Untuk menikmati matahari terbit dan pemandangan yang indah di sana, lebih baik jika kita berkunjung ke Pulau Kelor pada saat waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB atau sebelum pukul 08.00 WIB. Karena kapal motor akan makin sulit merapat di dermaga kecilnya jika waktu telah lebih dari pukul 09.00 WIB.

(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)


Writer : Ayu N. Andini
Photo by Ayu N. Andini

Friday, September 29, 2006

Sejarah Kerajaan Timah Tempo Dulu

Pulau yang tanahnya kaya akan sumber daya alam ini, kini telah berdiri sebagai sebuah provinsi. Disebut sebagai Provinsi Bangka Belitung. Walaupun pada usianya yang tergolong masih muda (terbentuk sejak tahun 2000), provinsi ini telah menorehkan sejarah sebagai salah satu pelabuhan yang banyak disinggahi kapal-kapal dagang dan menjadi tempat yang banyak diminati para penguasa karena kekayaan alamnya yang melimpah.

Menurut beberapa catatan sejarah, nama Bangka telah mulai disebut sejak abad ke-7. Tepatnya pada tahun 686 Masehi. Ini sesuai dengan bukti sejarah prasasti Kotakapur yang ditemukan di muara Sungai Mendu, Bangka Barat. Dari penemuan ini, disimpulkan bahwa pada saat itu Pulau Bangka telah menjadi salah satu pelabuhan yang penting dan berkembang menjadi ramai.

Dibawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya yang berpengaruh luas hingga ke daratan Asia sebagai kerajaan maritim yang paling lama bertahan di dunia, memberikan bukti-bukti yang menyiratkan, Bangka adalah tempat andalan bagi proses ekspor timah yang pada saat itu telah mulai dikenal dan menjadi sumber mata pencaharian bagi penduduk Bangka dan Kerajaan Sriwijaya.

Bangka, diambil dari kata vanca [wangka] dalam bahasa Sansekerta yang artinya : timah. Makna nama Bangka inilah, yang kemudian memperkuat dugaan bahwa timah telah dikenal sejak masa lampau (pada saat pengaruh Hindu mulai masuk ke wilayah ini), bahkan jauh sebelum Kerajaan Sriwijaya berkuasa di Bangka.

Ketika perdagangan timah mulai menguntungkan, VOC dibawah kepemimpinan Cournelis de Houtman mulai melirik Bangka hingga akhirnya membuat kontrak dagang (pada tahun 1668) dengan sistem monopoli, yaitu bahwa penguasa Bangka dan Belitung mengakui VOC sebagai pelindungnya dan berjanji tidak akan menjalin kerjasama atau berhubungan dengan bangsa-bangsa yang lain. Namun ketika Belanda kalah dalam perangnya melawan Perancis, otomatis seluruh negara jajahan Belanda jatuh ke tangan kekuasaan Inggris, termasuk di dalamnya adalah Pulau Bangka dan Belitung.

Pasukan Inggris di bawah pimpinan Thomas Stanford Raffles, berusaha menundukkan Palembang. Maka, terjadilah perang antara Sultan Palembang melawan tentara Inggris. Bagi Raffless, perang ini lebih sebagai perang untuk memperebutkan timah. Akhirnya Inggris berkuasa di Bangka dan Belitung dalam kurun waktu 4 tahun (1812 s/d 1816). Melalui pernyataan politiknya, Inggris pun mengganti nama Bangka menjadi The Duke of York, dan pelabuhan Belinyu pun diberi nama Port Wellington.

Ketika Belanda berhasil masuk dan mulai berkuasa kembali di Bangka (akhir tahun 1816), VOC mulai mendatangkan banyak pekerja dari negeri Tiongkok untuk dipekerjakan di pertambangan-pertambangan timah Pulau Bangka.

Pada tahun 1873, pertambangan timah di Belitung mulai dibuka dan berproduksi. Belanda mulai memperkuat pengaruhnya. Perlawanan-perlawanan rakyat Bangka Belitung tak pernah urun mudur. Depati Bahrin adalah salah satu tokoh yang terkenal pada masa itu dan diburu Belanda karena keberaniannya melawan Belanda, hingga pihak Belanda mengalami kekalahan di hampir seluruh wilayah Pulau Bangka.

Setelah Depati Bahrin wafat pada tahun 1830an, perjuangannya yang tak pernah luntur untuk melawan kekuasaan Belanda atas Pulau Bangka, tumbuh pula pada diri anaknya yang bernama Depati Amir. Semangat juang melawan kekuasaan Belanda terus berkobar, bahkan walaupun Depati Amir telah wafat dan Republik Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, tercatat telah terjadi dua peristiwa heroik yang menasional, yaitu pertempuran di Merbau Airseru (25 November 1945) dan pertempuran di Selat Nasik (14 Desember 1945).

Perkenalan Bangka dengan Lada
Hal lain yang juga mengingatkan kita tentang Bangka, adalah hasil perkebunan sahang (lada) di sana. Beberapa catatan menyatakan bahwa sejarah perkenalan Bangka dengan Lada, diawali oleh Demang Abang Muhammad Ali. Ia adalah orang pertama yang mendatangkan bibit lada ke Bangka (tahun 1860) dari Lingga.

Ladang-ladang sahang (lada) mulai dibuka. Bibit lada mulai banyak ditanam di seputar daerah Pulau Bangka. Terlebih setelah Belanda menyatakan bahwa jika timah telah mulai banyak berkurang, maka lada (sahang) menjadi pengganti penghasilan yang bisa dijakdikan andalan di Pulau Bangka.

Akhirnya pernyataan itu membuat pembukaan ladang sahang semakin luas dan semakin dekat ke daerah pertambangan timah. Lada tumbuh subur dan berkembang dengan baik di tanah pulau ini. Hingga kini, hasil perkebunan lada (sahang) telah banyak menghidupi sebagian besar penduduk yang tinggal di Provinsi Bangka Belitung.

Pantai-pantai nan Elok
Bangka dan Belitung, memiliki kecantikan yang tak tersembunyi. Di sepanjang tepian pulaunya, teruntai pantai-pantai nan elok dipandang mata. Air lautnya yang bergelombang, biru dan jernih. Ikan-ikannya yang menari-nari dipukul ombak, ikut menepi ke pantai. Pasir-pasir dan batu-batu karangnya yang membingkai pantai, jadi suguhan yang mengisi hari-hari dan kehidupan masyarakatnya di sana.

Desa-desa dengan penduduk mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan, telah pula melahirkan tradisi dan pola kehidupan yang khas dan unik.
Percampuran etnis antara Melayu dan Tiongkok yang telah berjalan ratusan tahun, membentuk asimilasi budaya yang tetap meninggalkan jejak-jejaknya hingga sekarang.

(Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah pariwisata yang berkantor di Jakarta)



Writer : Ayu N. Andini